Ads
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Recently Lyrics Updated

AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah suatu sindrom “serbuan” penyakit-penyakit terhadap tubuh akibat menurunnya sistem kekebalan. AIDS disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV).

AIDS merupakan kelanjutan dari HIV pada tingkatan yang lebih parah dan berbahaya. Lemahnya sistem imun pada tubuh penderita AIDS membuatnya rentan mengalami infeksi oportunistik.

Infeksi oportunistik adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh organisme dengan mencari kesempatan untuk menyerang orang yang memiliki kekebalan tubuh yang buruk. Beberapa contoh di antaranya kanker, pneumonia (PCP), sarkoma kaposi, penurunan berat badan yang drastis, gangguan daya ingat, dan tuberkulosis (TBC).



Virus itu sebenarnya tidak menyebabkan kematian. Kematian utamanya terjadi akibat infeksi oportunistik karena kekebalan tubuh yang rendah. HIV secara perlahan menurunkan sel-sel dalam sistem kekebalan tubuh (CD4) dari tingkat CD4 normal sebesar 1000. Selama 5-7 tahun jumlah CD4 akan terus menurun hingga mencapai di bawah 200 dan menimbulkan gejala.

Tanda-Tanda
Setelah seseorang terinfeksi HIV, virus tersebut akan bersembunyi dalam sel darah putih, terutama sel-sel limfosit 14. Ada tiga fase infeksi virus HIV yang akan terjadi dalam tubuh penderita yaitu sebagai berikut.

Fase 1.
Pada tahap awal infeksi HIV biasanya tidak terlihat gejala. Seseorang dapat mengidap HIV selama bertahun-tahun tanpa menyadarinya. Tes darah akan menunjukkan antibodi setelah virus terbentuk dalam melawan virus AIDS. Akan tetapi, itu pun memerlukan waktu hingga tiga bulan sebelum antibodi terbentuk. Artinya, bila seseorang melakukan tes darah segera setelah ia melakukan hubungan seks dengan orang yang mengidap HIV/AIDS, misalnya, virus belum akan terlihat hingga tiga bulan mendatang.

Fase 2.
Penderita akan mengalami sakit yang tidak terlalu parah. Pada tahap ini virus berkembang dalam sel darah putih dan menghancurkannya. Saat hampir semua sel dihancurkan, sistem kekebalan tubuh juga ikut hancur, dan tubuh juga menjadi lemah. Beberapa gejala yang mungkin akan terlihat di antaranya adalah penderita mulai merasa lelah dan berat badan menurun. Ada kemungkinan mereka juga akan mengalami batuk, diare, demam, atau berkeringat di malam hari.

Fase 3.
Gejala penyakit sudah semakin parah karena virus HIV hampir menghancurkan seluruh sistem kekebalan tubuh. Tubuh akan mengalami kesulitan, bahkan tidak mampu lagi untuk melawan bakteri. Inilah fase seseorang mengidap AIDS. Selain itu, penderita juga dapat terkena sejenis kanker yang disebut sarkoma Kaposi (kanker pembuluh darah). Padaumumnya, AIDS tidak akan membunuh penderitanya, tetapi infeksi penyakit lain dan kankerlah yang melakukannya. Pengidap HIV/AIDS yang terkena flu akan lebih terancam jiwanya, dibandingkan dengan orang lain yang tidak mengidap HIV/AIDS.

Faktor Pemicu Penularan
  1. Berhubungan intim dengan penderita HIV atau orang yang tidak diketahui terkena HIV.
  2. Berganti-ganti pasangan.
  3. Berhubungan intim dengan pekerja seks.
  4. Berbagi jarum suntik, baik penggunaan jarum secara bersamaan untuk penindikan, pemakaian narkoba, atau membuat tato.
  5. Korban kekerasan seksual, misalnya akibat diperkosa oleh penderita HIV.
  6. Mengalami penyakit menular seksual lainnya seperti herpes, chlamydia, gonorrhea, trichomoniasis, atau hepatitis.
  7. Ibu yang mengalami HIV rentan menularkan HIV pada anak yang dikandung.

Pencegahan
  1. Tetap setia pada pasangan, tidak berganti-ganti pasangan.
  2. Mencegah penularan HIV dari ibu ke anak. HIV yang ditularkan ibu kepada anaknya terjadi saat kehamilan, melahirkan, dan menyusui. Jika seorang wanita hamil yang terinfeksi HIV mendapatkan pengobatan antivirus sejak dini dan secara teratur selama kehamilannya, kemungkinan penularan HIV pada bayi yang dikandung akan berkurang drastis. Tidak semua bayi yang dilahirkan dari ibu yang positif HIV akan tertular HIV juga. Jika 100 ibu yang terinfeksi HIV masing-masing melahirkan satu bayi, rata-rata 30 bayi akan tertular HIV. Rata-rata virus akan ditularkan pada 5 bayi selama kehamilan, 15 lagi pada saat persalinan, dan 10 bayi melalui ASI. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap wanita hamil untuk mengetahui apakah dirinya positif HIV atau tidak (terutama bagi mereka yang hidupnya berisiko tinggi untuk terkena HIV/AIDS). Pemeriksaan dini sangat penting, untuk mengurangi risiko bayinya tertular HIV/AIDS dari ibunya.
  3. Konseling merupakan komponen penting dari penanggulangan epidemi AlDS. Orang yang terinfeksi atau terpengaruh oleh HIV, memerlukan informasi, saran, dan dukungan untuk mengatasi keadaannya. Lebih jauh lagi, konseling individual mengenai cara memerhatikan dan merawat diri serta orang lain, dapat membantu mencegah terjadinya penyebaran HIV/AIDS.
  4. Melakukan tes mandiri jika melakukan hubungan seks secara aktif dan berganti-ganti pasangan.
Amenorrhea adalah gangguan dalam sistem reproduksi wanita, sehingga membuatnya tidak mengalami menstruasi secara rutin setiap bulannya. Amenorrhea terbagi menjadi dua jenis, yaitu amenorrhea primer dan sekunder.

Pada amenorrhea primer, menstruasi sama sekali tidak terjadi. Padahal normalnya seorang remaja putri mengalami menstruasi yang pertama kali (menarche) pada usia 9-18 tahun. Seorang remaja putri akan divonis mengalami amenonhea primer jika pada usia lebih dari 16 tahun masih belum juga mengalami menstruasi.

Adapun amenorrheo sekunder terjadi pada wanita yang sebelumnya pernah mengalami menstruasi, tetapi kemudian siklus tersebut berhenti tanpa alasan yang diketahuinya.

Tanda-Tanda

Siklus menstruasi terhenti baik secara langsung maupun bertahap.

Penyebab
  1. Penurunan berat badan secara drastis (akibat kemiskinan, diet yang salah, anoreksia nervosa, bulimia nervosa, aktivitas fisik yang sangat berat dan penyebab lainnya).
  2. Obesitas yang ekstrem.
  3. Penyakit kronis yang diderita dalam jangka waktu yang lama.
  4. Abnormalitas organ genital wanita (tidak adanya uterus, vagina, septum vagina, stenosis servikal, dan selaput dara yang terlalu tebal).
  5. Tubuh mengalami kelainan seperti hipoglikemia (kadar gula darah secara abnormal rendah), hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif), hipertiroidisme (kelenjar tiroid bekerja secara berlebihan), cystic fibrosis (penyakit yang diturunkan atau diwariskan dari kelenjar-kelenjar lendir dan keringat), atau cushing’s disease (kadar kortikosteroid berlebihan).
  6. Wanita yang pernah mengalami kelainan penyakit polikistik ovarium mempunyai risiko tinggi terhadap penyakit Amenorrhea.
  7. Adanya penyakit akibat kelainan kromosom seperti Sindrom Turner atau Sindrom Sawyer.
  8. Kadar hormone prolaktin di dalam tubuh cukup tinggi (hiperprolaktinemia).
  9. Kehamilan.
  10. Stres.
  11. Ketidakseimbangan mekanisme sistem hormon reproduksi wanita.

Pencegahan
  1. Jika amenorrhea terjadi karena penyakit bawaan seperti Sindrom Turner dan Sindrom Sawyer atau karena abnormalitas organ genital, maka penyakit ini tidak dapat dicegah.
  2. Menjaga keseimbangan berat badan agar tidak terlalu gemuk (obesitas) atau terlalu kurus.
  3. Melakukan pola hidup yang sehat baik dengan cara mengonsumsi makanan yang sehat, melakukan olahraga secara teratur, dan hidup dengan bahagia.
  4. Jauhi penyebab stres.
Anemia lebih dikenal masyarakat sebagai penyakit kurang darah. Penyakit ini rentan dialami oleh balita, wanita hamil, wanita, dan para pekerja pada umumnya. Ada dua tipe anemia yang dikenal selama ini yaitu anemia gizi dan non-gizi.

Anemia gizi adalah keadaan kurang darah akibat kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk pembentukan serta produksi sel-sel darah merah, baik kualitas maupun kuantitasnya.

Anemia gizi itu sendiri ada beberapa macam, yaitu:
  1. anemia gizi besi,terjadi karena kekurangan pasokan zat besi (Fe). Zat besi merupakan inti molekul hemoglobin yang merupakan unsur utama dalam sel darah merah. Jadi, kekurangan pasokan zat besi bisa menyebabkan menurunnya produksi hemoglobin.
  2. anemia gizi vitamin E, vitamin E merupakan faktor esensial bagi integritas sel darah merah. Kekurangan vitamin E dapat mengakibatkan integritas dinding sel darah merah menjadi lemah dan tidak normal sehingga sangat sensitif terhadap hemolisis (pecahnya sel darah merah)
  3. anemia gizi asam folat, sering disebut juga dengan anemia megaloblastik atau makrositik. Dalam hal ini keadaan sel darah merah penderita tidak normal dengan ciri-ciri bentuknya lebih besar, jumlahnya sedikit, dan belum matang.
  4. anemia gizi vitamin B12 atau disebut juga pernicious. Gejalanya mirip dengan gejala pada anemia gizi asam folat, tetapi disertai dengan gangguan pada sistem pencernaan bagian dalam.
  5. anemia gizi vitamin B6 atau disebut juga siderotic. Keadaannya mirip dengan anemia gizi besi, tetapi jika darah dites di laboratorium, serum besinya normal.


Anemia non-gizi bisa terjadi akibat pendarahan, seperti luka akibat kecelakaan, haid, atau penyakit darah yang bersifat genetis seperti thalasemia (kerusakan DNA), hemofilia (kelainan pembekuan darah), dan lain-lain.

Tanda-Tanda
  1. Mengalami 4 L (lemah, lesu, letih, dan lelah).
  2. Wajah pucat.
  3. Anggota badan seperti tangan dan kaki merasa kesemutan.
  4. Mata berkunang-kunang.
  5. Jantung berdegup kencang.
  6. Kurang bergairah.

Penyebab
  1. Kekurangan zat besi sehingga secara seluler terjadi pengecilan ukuran sel darah merah (microcytic). Hal itu menyebabkan rendahnya kandungan hemoglobin (hypochromic) dan berkurangnya jumlah sel darah merah.
  2. Kekurangan asam folat dan atau vitamin Bn. Kedua zat tersebut diperlukan dalam pembentukan nukleoprotein untuk proses pematangan sel darah merah dalam sumsum tulang.
  3. Kekurangan vitamin B12 dan disertai gangguan pada sistem pencernaan bagian dalam. Pada jenis yang kronis bisa merusak sel-sel otak dan asam lemak menjadi tidak normal serta posisinya pada dinding sel jaringan saraf berubah. Dikhawatirkan, penderita akan mengalami gangguan kejiwaan.
  4. Kekurangan vitamin B5 akan mengganggu sintesis (pembentukan) hemoglobin. Penanganan gizinya bisa dilakukan dengan memberikan suplemen vitamin B6 secara oral dengan dosis 50-200 mg/hari atau sesuai anjuran dokter gizi.

Pencegahan
  1. Mengonsumsi bahan makanan sumber utama zat besi, asam folat, vitamin B6, dan vitamin B12 seperti daging dan sayuran sesuai kecukupan gizi yang dianjurkan.
  2. Melakukan tes laboratorium untuk mengetahui kandungan B12 dalam darah sehingga bisa membedakan antara anemia biasa dengan anemia pernicious. Bila ternyata kadar vitamin B12 normal, maka dapat dilakukan pemberian asam folat dengan dosis 0,1-1,0 mg/hari.
  3. Melakukan tes darah secara rutin untuk melihat profil darah dan mencegah terjadinya anemia.
Diabetes gestasional merupakan suatu keadaan gula darah menjadi abnormal selama kehamilan, namun keadaan ini akan kembali normal setelah bayi lahir. Tanpa penanganan yang baik, diabetes gestasional ini rawan menyebabkan berbagai kemungkinan yang dapat membahayakan ibu dan bayinya.

Mengingat akan bahaya yang mungkin dapat ditimbulkan oleh diabetes gestasional ini, maka Asosiasi Diabetes Amerika menyarankan para wanita untuk memeriksakan status diabetes pada umur kehamilan 24-28 minggu.

Diabetes gestasional berkaitan dengan anomall congenital, sehingga dapat membahayakan ibu dan janinnya. Contohnya adalah kelahiran prematur, makrosomia, hipertensi, berisiko mengalami operasi caesar ketika melahirkan, komplikasi kehamilan, dan melahirkan giant baby atau bayi yang dilahirkan terlalu besar.


Diabetes gestasional juga dapat memengaruhi bayi. Bisa jadi bayi yang dilahirkan dari ibu yang mengalami diabetes gestasional akan mengalami hipogiikemia neonatal (kandungan glukosa darah yang menurun secara abnormal), hipokalemia neonatal (kadar kalium yang rendah dalam darah), hiperbilirubinemia neonatal (kadar bilirubin yang tinggi dalam darah), dan polisitemia (peningkatan jumlah sel darah merah).

Tanda-Tanda
  1. Kadar gula darahnya meningkat ketika hamil.
  2. Setelah melahirkan biasanya bayi yang dilahirkan berukuran besar atau giant baby.
Penyebab
  1. Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang manis-manis atau berkalori tinggi.
  2. Ibu mengalami kelebihan berat badan (overweight) atau obesitas.
  3. Dalam riwayat kesehatan, pernah mengalami diabetes gestasional.
  4. Mengalami glikosuria.
  5. Memiliki riwayat keluarga yang mengalami diabetes.
Pencegahan
  1. Mengurangi konsumsi makanan yang manis-manis.
  2. Menjaga jumlah asupan makanan terutama ketika trimester ketiga kehamilan agar berat badan tidak terus bertambah. Obesitas membuat ibu berisiko tinggi mengalami diabetes gestasional. Akan tetapi, jangan sampai kekurangan makanan.
  3. Berolahraga dan melakukan aktivitas fisik yang ringan sampai sedang, sehingga tubuh tetap bugar, kalori yang tidak perlu dapat terbakar selama melakukan aktivitas fisik tersebut.
70% tubuh manusia terdiri atas air yang sangat penting untuk reaksi metabolisme dalam tubuh. Namun, sayangnya seringkali tubuh kita mengalami kelebihan cairan tubuh dan tubuh tidak bisa mengeluarkannya.

Munculnya beberapa penyakit edema atau kelebihan cairan dalam tubuh merupakan salah satu gejalanya. Beberapa contoh penyakit di antaranya adalah gagal jantung, gagal ginjal, dan penyakit liver.

Kelebihan cairan atau edema dapat terjadi di berbagai tempat dalam tubuh kita. Edema biasa juga dikenal sebagai pembengkakan yang biasanya terjadi di kaki yang juga disebut sebagai edema periferal, jika terjadi di paru-paru maka akan disebut sebagai edema pulmoner, dan jika terjadi di perut disebut asdtes.


Jika kita mengalami edema biasanya kita akan mudah merasa lelah setelah melakukan aktivitas fisik harian atau ketika berjalan dalam jarak yang dekat. Jika edema ini belum parah maka masih dapat diobati dengan diet dan perubahan gaya hidup.

Tanda-Tanda
  1. Meningkatnya ukuran perut (ascites).
  2. Napas pendek-pendek atau sulit bernapas (pulmonary edema).
  3. Volume air kencing yang dikeluarkan sangat sedikit meskipun minum air dalam takaran normal harian.
  4. Baju, celana, rok, atau aksesoris yang digunakan terasa sempit.
  5. Pada tahapan yang parah, tanda-tanda edema itu dapat berupa kesulitan bernapas, napas pendek-pendek ketika berbaring, batuk, dan tangan serta kaki jika disentuh atau dipegang terasa dingin.

Penyebab

  1. Edema terjadi jika kita duduk atau berdiri terlalu lama di satu tempat. Salah satu penyebabnya adalah gravitasi yang menarik cairan tubuh kita ke bagian kaki.
  2. Kehamilan.
  3. Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung banyak natrium atau garam.
  4. Bisa juga merupakan tanda dari penyakit ginjal atau liver.

Pencegahan
  1. Mengurangi konsumsi makanan yang tinggi kadar natriumnya.
  2. Tidak berdiri atau duduk terlalu lama.
Penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian nomor satu di negara maju. Pada umumnya, penyakit jantung koroner ini lebih didominasi oleh laki-laki, tetapi perempuan pascamenopause pun rentan terkena penyakit jantung koroner ini. Penyakit jantung koroner ini berkembang dari aterosklerosis.

Aterosklerosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh terjadinya proses fisiologis berupa penggumpalan (trombosis) dan pengapuran (aterosklerosis) pada dinding pembuluh darah bagian dalam di pembuluh arteri di jantung akibat kolesterol yang teroksidasi.

Jika hal tersebut terus-menerus berlangsung, akibatnya pembuluh darah bagian dalam akan tertutup oleh pengapuran gumpalan tersebut. Ibarat selang yang diikat, sementara kran airnya tidak ditutup maka akan terjadi penggelembungan atau terjadi bottle neck.

Hal tersebut dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah yang dapat mengakibatkan kematian. Jika pasokan darah saja yang berkurang, akan terjadi serangan jantung, tetapi jika pecah maka akan mengakibatkan kematian.

Tanda-tanda
  1. Susah diketahui kecuali jika sudah parah.
  2. Kadar kolesterol total dalam darah tinggi melebihi batas normalnya, yaitu 240 mg/dl.
  3. Sering terasa nyeri pada dada bagian kiri (lokasi tempat jantung berada).
  4. Sakit dada disertai dengan sesak napas, berkeringat dingin, mata berkunang-kunang, dan mual.
  5. Sakit kepala berat dan parah tanpa sebab pasti yang diketahui.
  6. Sakit di dada yang menyebar hingga ke bahu, leher, dan lengan.

Penyebab

  1. Merokok merupakan salah satu faktor utama penyebab penyakit jantung koroner. Para perokokmemiliki kemungkinan 2-4 kali lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung koroner daripada mereka yang bukan perokok.
  2. Usia. Semakin bertambah usia seseorang, risiko terkena penyakit jantung koroner pun akan semakin tinggi. Demikian pula dengan wanita pascamenopause.
  3. Terjadinya penggumpalan (trombosis) dan pengapuran (aterosklerosis) pada dinding pembuluh darah sebagai akibat dari gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat, sehingga menyebabkan serangan radikal bebas pada pembuluh darah jantung.
  4. Banyak mengonsumsi makanan berkalori tinggi dan kolesterol tinggi.
  5. Kurang berolahraga.
  6. Kegemukan atau obesitas.
  7. Penderita diabetes mellitus tipe dua dan hipertensi berisiko lebih tinggi mengalami penyakit jantung koroner.

Pencegahan

  1. Menjaga stabilitas berat badan.
  2. Mengurangi konsumsi makanan dengan kandungan kolesterol, gula, dan garam yang tinggi. Contohnya jeroan, daging yang berlemak, makanan daging olahan seperti kornet dan sosis, atau makanan-makanan cepat saji.
  3. Banyak melakukan aktivitas fisik dengan cara berolahraga secara teratur.
  4. Banyak mengonsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, dan minuman yang mengandung antioksidan yang tinggi.
  5. Bertoleransi dengan stres dan tekanan hidup lainnya.
Kanker merupakan salah satu penyakit pembunuh di dunia. Ada berbagai jenis penyakit kanker yang telah dideteksi oleh dunia kesehatan, mulai dari kanker mulut sampai kanker kulit.

Sel kanker memiliki kemampuan berkembang biak yang luar biasa jika dibandingkan dengan sel normal. Jika sel normal hanya mampu membelah dua kali, sel kanker bisa sepuluh kali lipatnya.

Parahnya lagi kanker bisa terjadi dan berkembang di bagian tubuh yang mana pun tanpa kita sadari. Terkadang, kita baru akan menyadarinya ketika kanker itu sudah pada stadium lanjut dan pengobatannya pun akan semakin sulit.

Tanda-Tanda

Tanda-tanda kanker biasanya spesifik, bergantung pada lokasi tempat kanker itu berada. Namun pada umumnya, gejala-gejala tersebut tidak pernah jauh dari tahapan-tahapan kanker, mengingat poin besarnya sama, yang berbeda hanya implikasi di lokasinya saja.

Berikut ini adalah tahapan kanker yang perlu kita ketahui.
  1. Induksi. Pada stadium ini sel mengalami perubahan bentuk atau istilah medis lebih dikenal dengan displasia. 
  2. Kanker in situ. Pada stadium ini, pertumbuhan sel kanker masih terbatas pada jaringan tempat asalnya tumbuh. Sel tersebut masih berupa massa (kumpulan sel) yang masih bisa dijinakkan. 
  3. Kanker invasif. Tahapan ini sudah merupakan stadium yang cukup lanjut. Sel kanker telah memiliki karakter progresif dan dia mulai menjajah sel-sel yang ada di sekitarnya karena jaringan tempat awalnya tumbuh sudah tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan dan reproduksinya. 
  4. Metastasis. Pada stadium ini sel-sel kanker telah merambah dan menjelajahi organ internal tubuh kita hingga ke kelenjar getah bening dan atau organ lain yang letaknya jauh (misa! kanker usus besar menyebar ke hati). Penyebaran ini bisa terjadi melalui aliran darah, aliran getah bening, atau langsung dari tumor.

Penyebab

Faktor risiko penyebab kanker di antaranya adalah faktor keturunan atau genetis, faktor pemicu kanker baik dari makanan maupun dari lingkungan yang disebut sebagai zat karsinogen, ketidakseimbangan hormon dalam tubuh kita, dan faktor virus yang bisa mempercepat terjadinya kanker dalam tubuh.

Jenis Kanker Pembunuh Wanita


1. Kanker Leher Rahim/Serviks

Kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada serviks uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang letaknya di antara rahim (uterus) dengan vagina.
Kanker ini biasa terjadi pada wanita berusia di atas 35 tahun, tetapi beberapa data menemukan kasus ini juga pernah dialami oleh wanita berusia 20-30 tahun.

Tanda-Tanda Kanker Serviks

  • Kanker serviks pada stadium dini sering tidak menunjukkan gejala atau tanda-tandanya yang khas, bahkan acapkali tanpa gejala sama sekali (silence).
  • Salah satu gejala tidak khas yang sebenarnya kerap dijumpai adalah keputihan. Namun, karena keputihan kerap dianggap sebagai masalah kewanitaan yang “biasa-biasa” saja, maka gejala dan tanda awal keganasan ini kerap luput dari perhatian. Padahal,   keputihan  adalah  peringatan  dini  dari  berbagai kelainan di sistem reproduksi.
  • Pendarahan  sesudah  melakukan  hubungan  intim  (contact bleeding).
  • Adanya keputihan atau cairan encer yang keluar dari kelamin wanita.
  • Pendarahan pasca menopause.
  • Pada tahap lanjut dapat keluar cairan kekuning-kuningan, berbau atau bercampur darah, nyeri panggul atau tidak dapat buang air kecil. Pada stadium ini sel-sel kanker telah merambah dan menjelajahi organ internal tubuh kita hingga ke kelenjar getah bening dan atau organ lain yang letaknya jauh (misal kanker usus besar menyebar ke hati). Penyebaran ini bisa terjadi melalui aliran darah, aliran getah bening, atau langsung dari tumor.

Penyebab Kanker Serviks
  • Faktor penyebab kanker ini salah satunya adalah Human Papiloma Virus (HPV). Virus ini dapat masuk dan memicu jika kita “mengundangnya” dengan beberapa aktivitas yang berisiko tinggi. Hal itulah yang dapat menjadi jalan masuk ataupun memicu pertumbuhan sel-sel kanker. Lebih dari 70% kanker leher rahim disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18. Selain menyebabkan kanker leher rahim, HPV juga dapat menyebabkan kanker anus, vagina, vulva, penis, bahkan kanker kerongkongan.
  • Mulai melakukan hubungan seksual pada usia muda.
  • Sering berganti-ganti pasangan seksual.
  • Sering menderita infeksi di daerah kelamin.
  • Melahirkan banyak anak.
  • Kebiasaan merokok (risiko dua kali lebih besar).
  • Kurang mengonsumsi sayuran dan buah-buahan sehingga menyebabkan defisiensi (penghilangan satu atau lebih segmen gen pada kromosom) vitamin A, C, dan E yang merupakan sumber zat antioksidan.

Pencegahan Kanker Serviks

  • Menghindari semua faktor penyebab kanker.
  • Melakukan proses pemeriksaan kesehatan organ reproduksi kita secara rutin dan berkala.
  • Menghindari stres.
  • Memiliki pola makan dan pola hidup yang baik dan sehat.

2. Kanker Payudara


Kanker payudara merupakan tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker payudara juga termasuk salah satu penyakit pembunuh terbesar pada wanita selain kanker serviks. Kanker ini bisa tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak, maupun jaringan ikat pada payudara.

Dalam payudara jika terdapat cairan di dalamnya, dengan mudah cairan dari jaringan payudara mengalir melalui aliran getah bening menuju kelenjar getah bening di bawah ketiak.

Oleh karena itu, ketika sel kanker payudara mulai menyebar (metastatis), lokasi penyebaran pertama yang paling umum adalah pada kelenjar getah bening (terletak di bagian bawah lengan).

Jika sel kanker telah menyebar ke bagian tersebut, akhirnya akan muncul benjolan. Namun, jika benjolan tersebut tidak terdeteksi, ada kemungkinan sel kanker telah menyebar hingga ke bagian tubuh lainnya, seperti paru-paru, tulang, dan otak.

Seperti kanker lain pada umumnya, kanker payudara juga terdiri atas 4 tingkatan (stadium) perkembangan sel kanker. Tingkatan tersebut terdiri atas stadium dini (stadium o, 1, dan 2) dan stadium lanjut (stadium 3 dan 4).

Pada stadium o, sel kanker masih berada pada lapisan kelenjar susu atau saluran susu dan belum menyebar ke jaringan lemak di sekitarnya. Pada stadium 1 dan 2, kanker mulai menyebar dari jaringan susu ke jaringan terdekat di sekitarnya. Terkadang pada stadium 2, kanker mulai menyebar ke dalam kelenjar getah bening.

Pada stadium 3, diameter tumor sudah berukuran lebih dari 5 cm dan kadang telah menyebar juga ke dalam kelenjar getah bening dekat payudara.

Pada stadium 4, kanker mulai bermetastasis, artinya kanker sudah menyebar dari payudara dan kelenjar getah bening di sekitar ketiak, hingga mencapai bagian lain dari tubuh seperti tulang, hati, paru-paru, dan otak.

Pada stadium ini, kanker bisa saja membengkak dan pecah sehingga payudara mengeluarkan nanah yang berbau busuk dan anyir. Penderita juga bisa merasa sesak napas karena kanker mulai menekan paru-paru.


Tanda-Tanda Kanker Payudara

Gejala-gejala   yang   menandakan   adanya   serangan   kanker payudara yang umum dapat dilihat dan dirasakan adalah sebagai berikut.
  • Timbul benjolan pada payudara yang dapat diraba dengan tangan, makin lama benjolan ini makin mengeras dan bentuknya tidak beraturan.
  • Bentuk, ukuran, atau berat kedua payudara tidak sama.
  • Di bawah ketiak muncul benjolan.
  • Putting susu mengeluarkan darah, nanah, atau cairan encer.
  • Kulit payudara mengerut seperti kulit jeruk.
  • Bentuk atau arah puting berubah, misalnya puting susu tertekan ke dalam.

Penyebab Kanker Payudara

Penyebab dan pemicu kanker payudara hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti. Berikut ini adalah beberapa hal yang diduga sebagai penyebab terjadinya kanker payudara.
  • Konsumsi makanan yang mengandung bahan-bahan pemicu kanker atau zat karsinogen. Zat tersebut berupa aflatoksin B1 yang biasa terdapat pada makanan yang mengandung protein tinggi, etionin, sakarin, asbestos, nikel, krom, arsen, arang, tar, asap rokok, dan kontrasepsi oral. b.     Faktor fisik, seperti radiasi matahari, sinar-x, dan nuklir.
  • Virus, seperti RNA virus (retrovirus), DNA virus (papiloma virus, adeno virus, herpes virus), atau EB virus.
  • Iritasi kronis dan inflamasi kronis yang bisa berkembang menjadi kanker.
  • Kelemahan genetik pada sel-sel tubuh sehingga memudahkan munculnya kanker.
  • Diet tinggi lemak.
  • Tidak pernah melahirkan dan menopause yang tertunda.
  • Usia pada saat pertama kali haid yang terlalu dini juga dianggap bertanggung jawab terhadap terjadinya kanker payudara.
  • Usia, karena sekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia di atas 60 tahun. Risiko terbesar ditemukan pada wanita berusia di atas 75 tahun.
  • Pernah menderita kanker payudara sebelumnya. Setelah payudara yang terkena diangkat, maka risiko terjadinya kanker pada  payudara yang sehat meningkat sebesar 0,5-1% per tahun.
  • Memiliki keluarga yang pernah menderita penyakit kanker payudara.
  • Mengalami kelebihan berat badan pasca menopause.
  • Sering mengonsumsi alkohol.

Pencegahan Kanker Payudara

Cara preventif yang paling efektif  adalah melakukan pemeriksaan payudara sendiri (sadari) secara rutin. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi adanya benjolan (tumor), lesi atau borok kecil, rasa nyeri, dan keluarnya cairan abnormal dari puting susu.

Cara  lain  yang  dapat  dilakukan   untuk  mencegah  kanker payudara adalah sebagai berikut.
  • Jangan menggunakan bra yang ketat terlalu lama. Kalau bisa, ketika tidur bra dilepas.
  • Hilangkan kebiasaan merokok dan meminum alkohol.
  • Periksa payudara sendiri secara rutin, misalnya satu bulan sekali.
  • Hindari  radiasi  dari  sinar-x  atau  berbagai  macam  radiasi lainnya.
  • Rajin mengonsumsi sayuran dan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin  sebagai  zat  antioksidan. Selain  itu, banyak-banyaklah mengonsumsi kacang kedelai beserta produk olahannya, seperti susu kedelai, tempe, tahu, dan sebagainya. Kacang kedelai mengandung fitoestrogen genistein yang dapat membantu mengurangi risiko tumbuhnya kanker payudara.
  • Rajin berolahraga meski hanya sebatas olahraga ringan seperti joging.
  • Kurangi makanan yang banyak mengandung lemak, terutama lemak hewani.
  • Hindari stres.

3. Kanker Kolon

Kanker kolon adalah kanker yang terjadi di daerah usus besar. Daerah yang rentan mengalami kanker adalah daerah kolon yang berdekatan dengan rektum.

Mengapa? Karena hampir setengah dari kasus kanker kolorektal terjadi di daerah rektum dan rektosigmoid. Sebesar 98% tumor jahat yang ada di kolon dan rektum adalah adenokarsinoma. Di Amerika, kanker kolon ini merupakan kanker pembunuh terbesar kedua setelah kanker serviks.

Tanda-Tanda Kanker Kolon

  • Kanker ini tidak diketahui awal mulanya. Sebagian besar penderita kanker kolon tidak merasakan gejala bahwa mereka mengalami kanker tersebut.
  • Ada darah pada kotoran yang dikeluarkan melalui anus.
  • Sering merasa sakit atau kram pada perut tanpa mengetahui apa penyebabnya.
  • Terjadi perubahan kebiasaan pencernaan. Contohnya ukuran kotoran yang lebih kecil daripada biasanya.
  • Terjadi penurunan berat badan tanpa mengetahui penyebabnya.
  Penyebab Kanker Kolon

  • Faktor genetis, terutama bagi kita yang memiliki keluarga yang pernah memiliki riwayat kanker kolorektal, kanker kolon, dan pencetusnya.
  • Memiliki penyakit gangguan usus.
  • Kekurangan serat dalam konsumsi makan hariannya. Selain itu, banyak mengonsumsi makanan sumber protein dan lemak yang tidak diimbangi dengan konsumsi serat yang cukup dan olahraga yang teratur.
  • Proses pencernaan kurang lancar dan buang air besar tidak teratur.
  • Kekurangan asam folat, vitamin B6, dan B12.
  • Kadar homosistein (asam amino hasil demetifasi metionin dalam proses metabolisme lemak dan protein) yang tinggi dalam darah.
  • Kurang melakukan aktivitas fisik atau berolahraga secara teratur.

Pencegahan Kanker Kolon

  • Banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan berserat tinggi dan kaya akan vitamin B6 dan asam folat, seperti pisang, alpukat, apel, mangga, brokoli, dan lain-lain.
  • Memiliki jadwal rutin buang air besar, minimal sehari sekali dan maksimal dua hari sekali.
  • Konsumsi kopi dalam jumlah tertentu menurut beberapa penelitian dapat mencegah terjadinya kanker kolon.
Systemic Lupus Erythematosus atau yang lebih dikenal dengan penyakit lupus merupakan sejenis penyakit autoimun. Berbeda dengan penderita penyakit HIV/AIDS yang kehilangan sistem kekebalan tubuh akibat virus HIV, pada penderita lupus, sistem kekebalan tubuhnya justru menjadi hiperaktif dan balik menyerang organ tubuh yang sehat.

Untuk mendiagnosis penyakit ini dengan pasti, diperlukan pemeriksaan darah atau biopsi kulit. Keduanya untuk memeriksa antibodi-antibodi yang muncul ketika lupus sedang aktif. Lupus terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:
  1. Lupus Eritematosus Sistemik (LES), dapat menimbulkan komplikasi seperti lupus otak, lupus paru-paru, lupus pembuluh darah jari-jari tangan atau kaki, lupus kulit, lupus ginjal, lupus jantung, lupus darah, lupus otot, lupus retina, lupus sendi, dan lain-lain.
  2. Lupus diskoid, yaitu lupus kulit dengan manifestasi beberapa jenis kelainan kulit.
  3. Lupus obat, bisa timbul akibat efek samping obat. Jenis lupus ini akan sembuh sendiri dengan memberhentikan obat terkait.

Tanda-Tanda

Tanda-tanda yang muncul pada penderita lupus bisa bermacam-macam, bergantung pada sistem tubuh yangterkena lupus. Namun, gejala umumnya adalah demam, rasa lelah yang berkepanjangan, rambut rontok, dan pegal-pegal otot.

Ciri-ciri yang mencolok adalah perubahan pada fisik penderita lupus. Biasanya, pada wajah penderita lupus akan muncul ruam-ruam merah yang menyerupai bentuk kupu-kupu, lemas, dan kerontokan rambut merupakan ciri yang paling sering terjadi pada penderita lupus. Ciri lainnya adalah mual, muntah, efusi pleural, terkadang sensitif terhadap sinar matahari, arthritis, kelenjar yang membengkak, dan psikosis.

Penyebab

Penyebab lupus adalah sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif. Hingga saat ini masih belum diketahui apa yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh tersebut menjadi terlalu aktif. Namun, diduga penyebab lupus adalah lingkungan, seperti paparan sinar matahari, stres, beberapa jenis obat dan virus.

Pencegahan
  1. Hindari stres.
  2. Menjaga pola makan yang baik.
  3. Berhati-hati dengan keamanan obat yang dikonsumsi.
  4. Cukup beristirahat dan tidak memforsir diri dengan kegiatan-kegiatan sehari-hari.
  5. Melakukan aktivitas fisik dan olahraga secara teratur.
Sistosarkoma filodes merupakan sejenis tumor jinak payudara yang relatif jarang ditemui. Meskipun demikian jika sudah dialami oleh seorang wanita, maka tumor tersebut memiliki kemungkinan untuk menjadi tumor ganas bahkan bisa menyebabkan terjadinya kanker payudara.

Tumor ini termasuk jenis tumor yang menetap dan jarang menyebarke daerah lainnya. Meskipun sudah diambil daritempatnya, tumor ini masih memiliki kemungkinan untuk berkembang di tempat yang sama. Wanita yang berusia lebih dari lima puluh tahun berisiko tinggi untuk mengalami tumor ini.

Tanda-Tanda
  1. Awalnya tumor ini memiliki batas yang tegas, bentuknya licin, dan mudah digerakkan.
  2. Ukurannya relatif besardengan diameter benjolan sebesar lima cm.
  3. Kulit yang menutupi benjolan tersebut biasanya tampak mengilat dan agak transparan sehingga pembuluh darah di bawahnya bisa terlihat.
  4. Jika tumor ini telah berubah bentuk menjadi ganas, penyebaran tumor lebih sering menyebar ke wilayah paru-paru, jantung, tulang, dan hati. Jika sudah menyebar, kemungkinan besar penderita akan mengalami sesak napas akut dan nyeri pada tulang.

Penyebab

Hingga saat ini penyebab terjadinya sistosarkoma filodes masih belum diketahui, tetapi penyebab terjadinya mungkin bisa dianalogikan dengan penyebab terjadinya kanker.

Ketidakseimbangan mekanisme hormonal, pola hidup yang buruk, dan infeksi mungkin dapat ditengarai menjadi penyebab terjadinya penyakit ini.

Pencegahan

Pencegahan penyakit ini bisa dilakukan sebagaimana pencegahan terhadap penyakit kanker, misalnya seperti berikut.
  1. Menerapkan pola makan yang sehat dan melakukan aktivitas fisik secara teratur.
  2. Rajin memeriksa payudara. Jika ada benjolan aneh dan tidak wajar sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
  3. Menjaga kebersihan payudara dan bra yang dikenakan.
Stroke merupakan suatu kejadian di mana aliran darah ke otak terhenti karena adanya pengapuran pada pembuluh darah menuju otak. Serangan ini terjadi bila pasokan darah mengalami perubahan dan jaringan otak kekurangan darah. Jika dalam waktu 4 menit sel-sel otak kekurangan zat gizi penting, maka sel-sel tersebut akan mati.

Kini stroke tidak hanya dialami oleh orang tua, tetapi juga rentan dialami oleh mereka yang berada dalam usia produktif. Apalagi bila mereka memiliki gaya hidup yang tidak sehat.

Tanda-Tanda

Berikut ini adalah gejala stroke. Jika mengalami salah satu dari gejala tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
  1. Muncul rasa lemah dan mati rasa mendadak pada bagian wajah, lengan, dan kaki atau pada bagian tubuh lainnya.
  2. Kehilangan daya penglihatan pada salah satu mata atau penglihatan menjadi gelap dan kabur.
  3. Mengalami kesulitan berbicara dan memahami pembicaraan.
  4. Mengalami sakit kepala yang hebat secara mendadak tanpa diketahui penyebab yang jelas dan bahkan menyebabkan terjatuh.
Penyebab

Penyebab terjadinya stroke adalah tersumbatnya aliran darah yang membawa oksigen dan makanan ke otak. Adapun yang menyebabkan hal tersebut terjadi adalah sebagai berikut.
  1. Orang tersebut mengalami hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung.
  2. Faktor keturunan dan usia. Orang yang usianya lebih dari 50 tahun lebih rentan mengalami stroke daripada mereka yang lebih muda.
  3. Wanita yang telah mengalami menopause juga rentan terhadap stroke.
  4. Konsumsi makanan yang mengandung banyak kolesterol, garam, dan gula sehingga membuat metabolisme tubuh menjadi terganggu dan bisa mengakibatkan penyumbatan pada pembuluh darah.
  5. Perokok dan peminum alkohol berat.
  6. Kurang berolahraga.
  7. Stres.
Pencegahan

Menerapkan pola makan yang sehat dengan banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan.
  1. Menghindari stres.
  2. Teratur berolahraga guna memperlancar aliran darah ke otak dan membakar kalori yang tersimpan di bawah kulit.
  3. Meninggalkan kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

TBC

TBC atau tuberculosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini biasanya menyerang bagian paru-paru. Bakteri ini merupakan salah satu jenis bakteri yang kuat, sehingga bagi orang yang terkena TBC biasanya perlu waktu yang lama untuk mengobatinya. Pengobatan yang biasanya dilakukan adalah pemberian antibiotik selama enam bulan berturut-turut tanpa henti, ditambah lagi berat badan harus naik agar bakteri tidak mudah bersarang karena sistem imun tubuh sudah menguat.

Tanda-Tanda
  1. Berkeringat dingin pada malam hari.
  2. Batuk yang tidak kunjung sembuh selama tiga minggu berturut-turut. Batuk yang dikeluarkan biasanya bercampur dahak atau darah.
  3. Berat badan menurun drastis dan sering mengeluhkan merasa lelah.
  4. Mengalami rasa nyeri pada bagian dada.
  5. Demam.
  6. Kehilangan nafsu makan.
Penyebab
  1. Tertular dari penderita TBC akibat kontak secara langsung dan menggunakan alat makan bersama dengan penderita TBC.
  2. Memiliki kebiasaan merokok.
  3. Daya tahan tubuh rendah.
  4. Tempat tinggal yang lembap atau basah, tidak bersih, dan kumuh.
Pencegahan
  1. Tinggal di rumah yang bersih, sehat, dan kering (tidak lembap).
  2. Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi sehingga bisa meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan bakteri TBC.
  3. Memisahkan alat makan penderita TBC dengan keluarga yang sehat.
  4. Tidak merokok, menggunakan obat-obatan terlarang, dan mengonsumsi minuman beralkohol.
  5. Cukup beristirahat.
Tifus adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Biasanya kita lebih rentan mengalami tifus jika daya tahan tubuh kita lemah dan kita mengonsumsi makanan yang tidak bersih di tempat yang tidak bersih pula.

Tanda-Tanda
  1. Demam tinggi sehingga suhu meningkat menjadi sekitar 39-40°C.
  2. Tubuh terasa lemah dan perut terasa sakit.
  3. Kepala terasa sangat sakit dan berat.
  4. Hilang selera makan dan lidah terasa pahit.
  5. Kadang-kadang disertai diare atau sembelit.
  6. Feses yang dikeluarkan berwarna hitam.
  7. Jika dilakukan tes darah, maka dapat dideteksi adanya keberadaan bakteri S. typhi.

Penyebab
  1. Penyebab tifus adalah bakteri Salmonella typhi yang ada pada makanan.
  2. Jajan di sembarang tempat.
  3. Tidak mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan atau setelah buang air.
  4. Daya tahan tubuh lemah.

Pencegahan
  1. Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah buang air.
  2. Makan dan minum di tempat yang bersih dengan menggunakan alat makan yang bersih.
  3. Tidak jajan di sembarang tempat.
  4. Menyediakan antiseptik pembersih tangan jika kita tidak dapat mencuci tangan.
  5. Menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan yang bergizi sehingga dapat menguatkan daya tahan tubuh dari penyakit.