Ads
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Recently Lyrics Updated

Amenorrhea adalah gangguan dalam sistem reproduksi wanita, sehingga membuatnya tidak mengalami menstruasi secara rutin setiap bulannya. Amenorrhea terbagi menjadi dua jenis, yaitu amenorrhea primer dan sekunder.

Pada amenorrhea primer, menstruasi sama sekali tidak terjadi. Padahal normalnya seorang remaja putri mengalami menstruasi yang pertama kali (menarche) pada usia 9-18 tahun. Seorang remaja putri akan divonis mengalami amenonhea primer jika pada usia lebih dari 16 tahun masih belum juga mengalami menstruasi.

Adapun amenorrheo sekunder terjadi pada wanita yang sebelumnya pernah mengalami menstruasi, tetapi kemudian siklus tersebut berhenti tanpa alasan yang diketahuinya.

Tanda-Tanda

Siklus menstruasi terhenti baik secara langsung maupun bertahap.

Penyebab
  1. Penurunan berat badan secara drastis (akibat kemiskinan, diet yang salah, anoreksia nervosa, bulimia nervosa, aktivitas fisik yang sangat berat dan penyebab lainnya).
  2. Obesitas yang ekstrem.
  3. Penyakit kronis yang diderita dalam jangka waktu yang lama.
  4. Abnormalitas organ genital wanita (tidak adanya uterus, vagina, septum vagina, stenosis servikal, dan selaput dara yang terlalu tebal).
  5. Tubuh mengalami kelainan seperti hipoglikemia (kadar gula darah secara abnormal rendah), hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif), hipertiroidisme (kelenjar tiroid bekerja secara berlebihan), cystic fibrosis (penyakit yang diturunkan atau diwariskan dari kelenjar-kelenjar lendir dan keringat), atau cushing’s disease (kadar kortikosteroid berlebihan).
  6. Wanita yang pernah mengalami kelainan penyakit polikistik ovarium mempunyai risiko tinggi terhadap penyakit Amenorrhea.
  7. Adanya penyakit akibat kelainan kromosom seperti Sindrom Turner atau Sindrom Sawyer.
  8. Kadar hormone prolaktin di dalam tubuh cukup tinggi (hiperprolaktinemia).
  9. Kehamilan.
  10. Stres.
  11. Ketidakseimbangan mekanisme sistem hormon reproduksi wanita.

Pencegahan
  1. Jika amenorrhea terjadi karena penyakit bawaan seperti Sindrom Turner dan Sindrom Sawyer atau karena abnormalitas organ genital, maka penyakit ini tidak dapat dicegah.
  2. Menjaga keseimbangan berat badan agar tidak terlalu gemuk (obesitas) atau terlalu kurus.
  3. Melakukan pola hidup yang sehat baik dengan cara mengonsumsi makanan yang sehat, melakukan olahraga secara teratur, dan hidup dengan bahagia.
  4. Jauhi penyebab stres.
Baby blues merupakan istilah yang digunakan untuk serangkaian gejala gangguan emosi yang diderita oleh wanita setelah melahirkan bayinya. Baby blues cenderung menyerang dalam rentang waktu 14 hari terhitung setelah persalinan. Sindrom ini biasanya mulai menyerang sekitar 3-4 hari setelah persalinan dan menghilang dalam jangka waktu 10-14 hari kemudian.

Kondisi ini dialami oleh hampir 50% perempuan yang baru melahirkan. Parahnya lagi, kondisi ini dapat terjadi sejak hari pertama setelah persalinan dan cenderung akan memburuk pada hari ketiga sampai kelima setelah persalinan.

Ketidakstabilan emosi pada ibu akibat baby blues ini akan berdampak pada bayinya. Stres dan sikap tidak tulus ibu yang terus-menerus diterima oleh bayi, kelak bisa membuatnya tumbuh menjadi anak yang mudah menangis, cenderung rewel, suka cemas, sekaligus pemurung. Dampak lain yang tak kalah merugikan ialah anak cenderung mudah sakit.



Tanda-Tanda
  1. Menangis tanpa sebab yang jelas.
  2. Berkeringat dingin, sesak napas, dan mengalami insomnia.
  3. Mudah merasa cemas, gelisah, tegang, bingung, sedih, dan murung.
  4. Mudah merasa sendirian, marah, bersalah, sakit, dan tidak berharga.
  5. Berpikiran negatif pada suami.
  6. Kehilangan nafsu makan dan sulit berkonsentrasi.
  7. Menjadi tidak tertarik dengan bayinya atau menjadi terlalu memperhatikan dan khawatir terhadap bayinya.
  8. Peningkatan berat badan yang disertai dengan makan berlebihan atau sebaliknya, terjadi penurunan berat badan yang disertai tidak mau makan.
  9. Perasaan takut untuk menyakiti diri sendiri atau bayinya.

Penyebab
  1. Faktor hormonal. Pasca persalinan, kadar hormon kortisol (hormon pemicu stres) meningkat tajam sehingga memicu stres. Pada saat yang sama, hormon laktogen dan prolaktin untuk produksi air susu ibu (ASI) juga meningkat, dan kadar progesteron mencapai titik terendah. Perubahan mekanisme hormonal tersebut menyebabkan keletihan fisik yang membuat ibu mudah menderita stres.
  2. Faktor emosional. Banyak ibu belum siap mengalami keletihan luar biasa yang menyertai kehadiran buah hatinya. Selain itu, ia juga masih belum bisa beradaptasi dengan perubahan pada dirinya, seperti produksi ASl yang tidak lancar atau payudara yang sakit dan bengkak.
  3. Faktor psikologis. Berkurangnya perhatian keluarga terutama suami karena semua perhatian tertuju pada anakyang baru lahir. Padahal, proses persalinan juga membuat ibu merasa lelah dan sakit sehingga ia membutuhkan perhatian yang lebih pula.
  4. Faktor fisik. Kelelahan fisik karena melahirkan, mengasuh bayi, menyusui, memandikan, mengganti popok, dan menimang sepanjang hari tentu sangat menguras tenaga. Apalagi jika tidak ada bantuan dari suami atau anggota keluarga yang lain.
  5. Faktor sosial. Merasa sulit menyesuaikan diri dengan peran baru sebagai ibu karena gaya hidupnya berubah dratis. Merasa dijauhi oleh lingkungan dan merasa akan terasa terikat terus pada si kecil.

Pencegahan
  1. Mempersiapkan diri sejak sebelum melahirkan bahwa masih ada perjuangan berat pasca melahirkan nanti.
  2. Berkomunikasi dengan suami dan keluarga tentang kemungkinan-kemungkinan terjadinya baby blues pasca melahirkan dan cara menanganinya jika hal tersebut benar-benar terjadi.
  3. Bergabunglah dengan kelompok ibu-ibu untuk saling bertukar pengalaman dan tips dalam merawat buah hati.
  4. Berpikir positif atas semua hal yang terjadi.
  5. Cari orang yang bisa membantu menyelesaikan pekerjaan rumah tangga jika memungkinkan. Jika tidak, sebaiknya komunikasikan dengan suami tentang pembagian tugas rumah tangga dan pengasuhan bayi.
  6. Menghindari makanan manis serta makanan dan minuman yang mengandung kafein karena kedua makanan ini berpotensi memperburuk depresi.
  7. Mengonsumsi makanan yang bernutrisi agar kondisi tubuh cepat pulih, sehat, dan segar.
Depresi pasca melahirkan (postpartum depression) bukanlah sesuatu hal yang sepele. Selain sang ibu, depresi ini juga ternyata bisa membahayakan sang buah hati. Kemunculan depresi ini sebenarnya tidak dapat diperkirakan sehingga bisa terjadi kapan saja, bisa langsung terjadi atau beberapa waktu pasca melahirkan.

Tanda-Tanda
  1. Cemas tanpa sebab.
  2. Tidak mau mengasuh anak atau tidak mau menyerahkan anaknya kepada orang lain.
  3. Sensitif dan mudah tersinggung.
  4. Menjadi amat pendiam dan pemurung.

Penyebab
  1. Kadar tembaga dalam darah lebih tinggi daripada wanita melahirkan pada umumnya.
  2. Memiliki riwayat pribadi atau ada anggota keluarga yang pernah mengalami depresi.
  3. Pernah mengalami depresi pasca melahirkan pada kelahiran sebelumnya.
  4. Mengalami sakit yang parah ketika menstruasi.
  5. Ketika mengonsumsi pil kontrasepsi, ada perubahan mood yang negatif pada respons tubuh dan mental.
  6. Merasa amat terisolasi.
  7. Tidak mendapatkan dukungan dari pasangan.
  8. Pernah memiliki riwayat trauma emosional.
  9. Kekhawatiran terhadap perubahan bentuk tubuh yang membuat tubuhnya mungkin tidak seindah ketika sebelum hamil.

Pencegahan

Berikut ini adalah pencegahan yang bisa kita lakukan agar depresi pasca melahirkan tidak terjadi.
  1. Menetapkan perjanjian waktu antara suami dan istri untuk menjaga bayi secara rutin. Hal ini dilakukan agar keduanya sama-sama terlibat dalam pengasuhan bayi dan juga memastikan keduanya mendapatkan cukup istirahat.
  2. Memastikan ibu dalam keadaan sehat.
  3. Menjaga asupan makan dan menyediakan makanan yang sehat untuk dikonsumsi sang ibu.
  4. Berolahraga jika memungkinkan. Berolahraga ini juga bisa digantikan dengan aktivitas fisik lainnya, seperti menggendong bayi sambil berjalan-jalan di taman atau di sekeliling rumah.
  5. Keluarga harus mendukung ibu dalam banyak hal, ketika sang ibu membutuhkan bantuan, ada orang yang siap siaga untuk membantu, sehingga ibu tidak merasa sendirian.
  6. Banyak mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B6 seperti brokoli, pisang, dan buah-buahan lainnya.
Disfungsi seksual pada wanita itu terdiri dari berbagai macam, salah satunya yaitu frigiditas. Frigiditas adalah suatu keadaan seorang wanita tidak peka terhadap rangsangan seksual pada tubuhnya.

Jadi, meskipun ia sedang melakukan hubungan seksual, tapi ia tidak dapat merasakan kenikmatannya atau orgasme. Bagi wanita frigid, hubungan seksual tidak lebih dari sekadar menunaikan kewajiban terhadap suami.

Ini tentu saja bisa dianggap sebagai suatu siksaan karena kebutuhan biologis seorang wanita frigid tidak dapat terpuaskan. Selain itu, perasaan bersalah terhadap suaminya juga kerap muncul karena ia tidak dapat merespons rangsangan seksual yang diberikan oleh suaminya.



Tanda-Tanda
  1. Tidak peka terhadap rangsang erotis pada tubuhnya.
  2. Melaksanakan hubungan seksual tanpa antusiasme dan merasa hanya untuk memenuhi kewajibannya sebagai istri.
  3. Jarang mengalami orgasme ketika berhubungan seksual.
  4. Tidak terlihat secara penampakan luar.
  5. Tidak menikmati hubungan seksual secara antusias bahkan sering terlihat merasa kesakitan ketika melakukan hal tersebut.

Penyebab
  1. Gangguan kelainan bawaan pada vagina, misalnya lubang terlalu sempit atau liang vagina pendek.
  2. Ada kelainan pada otot dan gangguan jaringan saraf, pasca operasi panggul, infeksi dalam liang vagina, dan tumor pada alat kelamin. Kelainan-kelainan ini dapat menimbulkan rasa sakit ketika melakukan hubungan seksual.
  3. Stres sehingga mengakibatkan emosi menjadi labil.
  4. Timbul rasa jenuh saat melakukan hubungan seksual, misalnya karena posisi bercinta yang tidak bervariasi.
  5. Menurunnya produksi hormon estrogen terutama pada wanita usia menopause. Hal ini bisa mengakibatkan vagina menjadi kering, iritasi, atau gatal, sehingga ada rasa kurang nyaman saat melakukan hubungan seksual.

Pencegahan
  1. Menjaga agar gairah untuk bercinta selalu ada.
  2. Tidak melakukan hubungan seksual terlalu sering agar tidak menimbulkan kejenuhan.
  3. Melatih kesensitifan organ-organ seksual agar selalu peka terhadap rangsangan.
  4. Selalu menjaga komunikasi dengan pasangan untuk mengetahui apa keinginan masing-masing.
  5. Menjaga kebersihan tubuh dan ruangan terutama kamar demi kenyamanan saat berhubungan seksual.
  6. Menambah variasi terhadap gaya saat berhubungan seksual untuk mengurangi kejenuhan.
Dismenorea merupakan rasa sakit akibat menstruasi yang sangat menyiksa karena nyerinya luar biasa menyakitkan. Jika terjadi pada wanita bekerja, tentu saja hal tersebut akan sangat mengganggu aktivitas dan produktivitasnya. Dismenorea terbagi menjadi dua, yaitu dismenorea primer dan dismenorea sekunder.

Dismenorea primer terjadi dua hari sebelum menstruasi tiba dan biasanya hilang setelah memasuki masa menstruasi. Sekitar 10% penderita dismenorea primertidakdapatmengikuti kegiatan sehari-hari. Dismenorea sekunder hampir mirip dengan dismenorea primer, tetapi akibatnya lebih parah dan biasanya lebih lama daripada dismenorea primer.

Tanda-Tanda
  1. Kram perut bagian bawah yang menjalar ke punggung atau kaki.
  2. Biasanya disertai gejala gastrointestinal dan gejala neurologis, seperti emosi yang labil.



Penyebab
  1. Adanya hiperaktivitas dari uterus, endotelin, prostaglandin, vasopressin, dan kerusakan saraf perifer.
  2. Memiliki penyakit radang panggul, pemasangan IUD, tumor pada tuba fallopii, usus, atau vesika urinaria, polip uteri, dan inflammatory bowel desease.
  3. Bekas luka karena pernah melakukan operasi pada organ reproduksi sebelumnya.

Pencegahan
  1. Dismenorea mungkin sulit untuk dicegah, tetapi untuk gejala yang sangat parah dapat dikurangi dengan cara meminum obat pereda rasa sakit.
  2. Beristirahat, menarik napas panjang, menenangkan diri, berolahraga ringan, mengonsumsi sayur, dan buah-buahan.
  3. Mengompres bagian yang terasa sakit dengan air panas.
  4. Mengonsumsi jamu kunyit asem, terutama menjelang haid.
  5. Adapun obat herbal untuk mengurangi gejala dismenorea menurut Hembing dalam buku yang ditulisnya adalah 30 gram temu lawak (diiris-iris) +15 gram bunga mawar merah +15 gram daun dewa +10 gram umbi teki kering, semua dicuci bersih dan direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.
Endometriosis merupakan suatu keadaanjaringanyangnormalnyaberada di dinding uterus (endometrium) justru tumbuh di lokasi lain dan menyebabkan rasa sakit, perdarahan yang tidak teratur, dan kemungkinan juga dapat menyebabkan terjadinya infertilitas (mandul).

Pertumbuhan jaringan tersebut biasanya terjadi pada daerah pelvis, di luar uterus, dalam ovarium, usus, rektum, empedu, dan jaringan pembatas halus di pelvis. Namun, jaringan tersebut juga bisa tumbuh di daerah tubuh yang lain.

Tanda-Tanda
  1. Menstruasi disertai rasa sakit yang semakin dengan meningkat.
  2. Kram di bagian pelvis atau rasa sakit di perut bagian bawah yang dirasakan seminggu atau dua minggu sebelum menstruasi.
  3. Merasa sakit di perut bagian bawah selama menstruasi (rasa sakit dan kram rutin dirasakan setiap bulan, bahkan setiap bulan semakin parah).
  4. Merasa sakit ketika melakukan hubungan intim.
  5. Terdapat bercak kecokelatan sebelum menstruasi tiba.
  6. Penderita kemungkinan akan mengalami infertilitas (mandul).



Penyebab

Penyebab utama terjadinya endometriosis masih belum diketahui hingga saat ini, tetapi berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang menyebabkan seorang wanita rentan mengalami endometriosis.
  1. Faktor keturunan. Jika mempunyai ibu atau anggota keluarga lain yang mengalami endometriosis, maka akan berisiko enam kali lebih tinggi untuk mengalami endometriosis daripada mereka yang tidak memiliki riwayat keluarga yang terkena endometriosis.
  2. Menstruasi pertama kali terjadi pada usia yang masih sangat muda.
  3. Menstruasi yang tidak teratur.
  4. Periode siklus menstruasi yang lama.
  5. Kegagalan sistem imun yang menyebabkan jaringan menstruasi menjadi implant dan tumbuh di tempat lain selain dinding uterus.
  6. Dinding sel di rongga abdominal dapat secara spontan berkembang menjadi endometriosis.
  7. Setiap bulan ovarium memproduksi hormon yang menstimulasi perkembangan dan penebalan dinding uterus. Jika sel endometrial tumbuh di luar uterus atau di tempat lain, maka hal itu akan menjadi masalah karena sel tersebut juga turut merespons stimulasi hormon bulanan tersebut. Mereka turut meluruh bersama dinding uterus ketika siklus menstruasi tiba, tetapi mereka tumbuh lagi bersama dengan penebalan dinding uterus, demikian siklus tersebut berulang terus-menerus.

Pencegahan

Belum ada cara pencegahan yang terbukti dapat mencegah terjadinya endometriosis. Wanita dengan riwayat endometriosis yang turun-temurun, dianjurkan untuk mengonsumsi pi! kontrasepsi sebagai pengobatan untuk mencegah atau memperlambat perkembangan penyakit ini.
Fibroadenoma adalah tumor non kanker yang terjadi pada payudara. Fibroadenoma banyak dialami oleh wanita berusia di bawah 30 tahun.

Berdasarkan kajian histologist (jaringan), fibriadenoma terbagi menjadi dua macam, yaitu:
  1. fibroadenoma pericanaliculare, yaitu kelenjar berbentuk bulat dan lonjong yang dilapisi jaringan epitel selapis atau beberapa lapis.
  2. fibroadenoma intracanaliculare, yaitu jaringan ikat yang mengalami proliferasi (berkembang biak, memperbanyak diri, memperkuat, dan memperbesar), sehingga bentuk jaringan menjadi tidak teratur (panjang-panjang) dengan ruang yang sempit atau menghilang.


Saat menjelang haid dan kehamilan, terlihat sedikit pembesaran pada payudara dan pada saat menopause terjadi pengecilan. Hal tersebut terjadi karena sensitivitas jaringan payudara terhadap aktivitas dan jumlah hormon-hormon kewanitaan yang naik-turun. Perlu diketahui juga bahwa wanita berkulit hitam lebih rentan untuk memiliki fibroadenoma pada usia yang lebih muda daripada wanita berkulit putih.

Sampai saat ini penyebab pasti fibroadenoma masih belum diketahui. Akan tetapi, ada kemungkinan penyakit ini disebabkan oleh sensitivitas jaringan terhadap hormon estrogen.

Tanda-Tanda
  1. Terdapat benjolan pada payudara. Benjolan tersebut bisa berpindah-pindah serta tidak terasa sakit Benjolan tersebut bisa terdapat di satu payudara atau dikeduanya.
  2. Ukuran benjolan tersebut bisa bertambah besar selama kehamilan.
  3. Benjolan tersebut akan mengecil setelah menopause (jika tidak menggunakan terapi hormon).
  4. Jaringannya berwarna putih keabu-abuan dan pada penampang tampak jaringan ikat berwarna putih dan kenyal.
  5. Ada bagian yang menonjol ke permukaan dan ada batas yang tegas.
  6. Jika diameter benjolan mencapai 10-15 cm muncul fibroadenoma raksasa.
  7. Pertumbuhannya lambat dan mudah diangkat dengan operasi lokal.

Pencegahan
  1. Melakukan mamografi (pemeriksaan payudara dengan alat khusus).
  2. Menghindari faktor-faktor risiko terjadinya fibriadenoma.
  3. Rutin melakukan pemeriksaan payudara sendiri.
  4. Melakukan pemeriksaan klinis dan melaporkan adanya tanda atau gejala-gejala fibroadenoma kepada ahlinya atau dokter.
Fibrokistik juga dikenal sebagai mamary displasia. Hampir sama dengan fibroadenoma, fibrokistik ini merupakan benjolan pada payudara yang sering dialami sebagian besar wanita. Penyakit ini umumnya terjadi pada wanita berusia 25-50 tahun.

Tanda-Tanda
  1. Benjolan ini biasanya bersifat multiple, artinya lebih dari satu, keras, dan teraba oleh jari.
  2. Aktivitas benjolan tersebut mengalami perubahan mengikuti siklus menstruasi.
  3. Sebelum menstruasi tiba, biasanya payudara membesar, dan menghilang seminggu setelah menstruasi selesai.
  4. Benjolan biasanya menghilang setelah wanita memasuki fase menopause.



Penyebab

Penyebab utama fibrokistik hingga saat ini diduga karena siklus hormonal pada wanita. Wanita dengan siklus hormonal yang tidak stabil diduga rentan mengalamifibrokistik.

Pencegahan

Jika mekanisme hormonal dianggap sebagai penyebab utama fibrokistik, maka tidak ada pencegahan yang bisa dilakukan. Namun secara sistemik, pencegahan ketidakstabilan mekanisme hormonal dalam tubuh bisa dibantu distabilkan dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan banyak mengandung antioksidan atau fitoestrogen.

Selain melakukan hal tersebut, hal lain yang perlu dilakukan adalah menghindari stres dan melakukan aktivitas fisik atau berolahraga secara teratur.
Gonorrhoea merupakan penyakit kelamin yang lebih dikenal dengan nama sifilis alias raja singa. Gonorrhoea juga disebut sebagai penyakit kencing nanah. Penyakit ini merupakan penyakit infeksi nomor satu di dunia.

Umumnya penyakit ini lebih banyak diderita oleh laki-laki yang suka berganti-ganti pasangan atau "jajan" dan perempuan biasanya tertular dari laki-laki tersebut. Awalnya penyakit ini banyak ditemui pada para pelaut yang sering melakukan hubungan seks yang tidak aman (bergonta-ganti pasangan dan tidak memakai alat kontrasepsi).

Tanda-Tanda
  1. Gejala mulai muncul dalam waktu 4-20 hari pasca infeksi.
  2. Vagina akan mengeluarkan cairan berwarna kuning kehijauan atau abu-abu dan berbusa dalam jumlah yang banyak.
  3. Kadang-kadang disertai dengan perdarahan dan bau tidak sedap.
  4. Terasa gatal pada vulva.
  5. Sering buang air kecil dan terasa sakit ketika buang air kecil.
  6. Terasa tidak nyaman selama berhubungan seksual dan terasa sakit di wilayah perut.

Penyebab
  1. Berhubungan seks dengan penderita gonorrhoea.
  2. Sering berganti-ganti pasangan.
  3. Tidak menggunakan kondom ketika berhubungan seksual.
  4. Infeksi virus Neisseria gonorhoea.


Pencegahan
  1. Setia terhadap pasangan.
  2. Selalu menjaga kebersihan organ kewanitaan.
  3. Berhubungan seks dengan aman (tidak bergonta-ganti pasangan).
  4. Jika aktif secara seksual, pilih-pilihlah pasangan dan gunakan pengaman.
  5. Perkuat daya tahan tubuh dari infeksi dengan olahraga teratur dan makan makanan bergizi agar tidak mudah terkena paparan penyakit.
Hamil merupakan anugerah dan keistimewaan yang diberikan Tuhan kepada wanita. Mengalami kehamilan merupakan salah satu di antara perbedaan wanita dengan laki-laki. Selama sembilan bulan pada rahim wanita dititipkan seorang calon manusia baru.

Tanda-Tanda
  1. Terlambat datang bulan atau tidak mengalami haid.
  2. Muncul gejala-gejala mengidam.
  3. Denyut jantung meningkat.

Gangguan yang Menyertai Ibu Hamil
  1. Mual dan muntah.
  2. Sembelit dan wasir.
  3. Anemia.
  4. Bengkak pada tungkai bawah dan kaki.
  5. Gigi sakit.

Perubahan Fisik yang Terjadi pada Ibu Hamil
  1. Berat badan mengalami peningkatan. Umumnya kenaikan berat badan mulai dari waktu hamil sampai melahirkan berkisar 10-30 kilogram dari berat badan normal sebelum hamil. Faktor berat badan ibu akan berpengaruh pada berat badan bayi yang dilahirkan.
  2. Payudara akan membesar dan menegang akibat perubahan hormon yang terjadi selama hamil meskipun ibu belum mengeluarkan air susu. Membesarnya payudara disebabkan oleh pertumbuhan kelenjar susu dan penumpukan lemak di sekitar kelenjar tersebut. Puting ibu juga tampak semakin besar, menghitam, dan lebih menonjol.
  3. Ibu hamil banyak mengeluarkan keringat.
  4. Sering mengantuk.

Hal-hal yang Harus Dilakukan oleh Ibu Hamil
  1. Menjauhi kucing agar terhindar dari bakteri toksoplasma yang bisa menyebabkan terjadinya keguguran.
  2. Kalau sakit dan diharuskan meminum obat, mintalah resep obat yang aman bagi janin. Oleh karena itu, ibu hamil dilarang meminum obat yang dijual bebas di pasaran.
  3. Berolahraga secara teratur agar tubuh tetap bugar dan sehat.
  4. Banyak beristirahat terutama pada bulan-bulan pertama kehamilan.
  5. Memeriksakan diri secara rutin ke dokter kandungan untuk memantau kesehatan ibu dan janinnya.
  6. Menghindari penggunaan sepatu berhak atau bertumit tinggi.
  7. Mengonsumsi makanan yang bergizi untuk sang ibu dan janinnya agar tetap sehat dan bisa melahirkan bayi yang sehat.
  8. Melakukan stimulus pembelajaran untuk bayi dengan cara sering mengajak bayi bercakap-cakap atau memperdengarkan musik atau pengajian kepada bayi.
  9. Ibu hamil harus tenang dan menghindarkan diri dari stres.
  10. Banyak berkomunikasi dengan suami tentang perasaan atau tentang banyak hal.
Hamil anggur atau dikenal juga dengan istilah mola hidatidosa merupakan suatu kehamilan yang berkembang tidak wajar karena pada rahim ibu tidak ditemukan janin. Selain itu, hampir seluruh vili korialis (gantungan/jonjotan) mengalami perubahan hidropik (mengandung banyak cairan). Pada rahim ibu, yang tampak hanya gelembung-gelembung putih tembus pandang dan berisi cairan jernih mirip buah anggur.

Hamil anggur terjadi karena sel telur yang sudah dibuahi sebelumnya oleh sel sperma mengalami perkembangan yang tidak sempurna. Sel-sel yang seharusnya berkembang dan membelah untuk menjadi janin, perkembangannya terhenti. Yang malah berkembang adalah sel-sel tropoblas yang kelak akan menjadi plasenta janin.

Padahal sel-sel yang terbentuk dari tropoblas tidak memiliki pembuluh darah. Kelompok sel tropoblas tersebut kemudian membengkak membentuk gelembung-gelembung cairan mirip anggur. Ukuran gelembungnya bervariasi antara 1 mm dan 1-2 cm.

Hamil anggur diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu:
  1. complete mole atau mola klasik. Ini adalah hamil palsu seluruhnya karena pada kehamilan ini janin sama sekali tidak terbentuk.
  2. Partial mole. Pada kasus ini, janin atau bagian janin dapat ditemukan dalam rahim ibu. Sayangnya, janin yang terbentuk tidak normal, contohnya meskipun bagian tubuhnya terbentuk, tetapi ukurannya tidak proporsional.

Tanda-Tanda
  1. Umumnya menunjukkan gejala yang sama dengan kehamilan normal.
  2. Perkembangan hamil anggur lebih cepat dari kehamilan normal, sehingga rahim terlihat lebih besar daripada usia kehamilannya.
  3. Terkadang wanita yang mengalami hamil anggur mengalami mual dan muntah yang lebih hebat (hiperemesis gravidarum) dan juga sakit kepala.
  4. Terjadi perdarahan dari vagina. Darah yang keluar bisa sangat banyak, tetapi bisa juga hanya sedikit. Perdarahan ini biasanya terjadi pada minggu ke-12 sampai ke-14. Jika perdarahan terjadi sangat banyak, bisa mengakibatkan anemia.
  5. Tekanan darah cukup tinggi, tetapi terjadinya lebih awal (di bawah 20 minggu) daripada kehamilan biasa.
  6. Pada saat pemeriksaan kehamilan, detak jantung janin tidak dapat ditemukan.
  7. Terjadi peningkatan kadar hormon tiroid dalam darah. Di dalam air seninya pun biasanya ditemukan kadar protein yang tinggi.

Penyebab
  1. Pernah mengalami hamil anggur sebelumnya dan kemungkinannya juga akan lebih besar.
  2. Ibu hamil berusia di bawah 20 tahun atau di atas 34 tahun serta memiliki anak lebih dari tiga orang.
  3. Ada kecenderungan faktor ras, orang Asia lebih berisiko mengalami hamil anggur daripada orang Amerika.
  4. Sering mengalami keguguran.
  5. Status gizi kurang baik.
  6. Kekurangan vitamin (misalnya vitamin A atau asam folat).
  7. Memiliki gangguan peredaran darah di rahim.

Deteksi Dini Hamil Anggur
  1. Jika mengalami tanda-tanda kehamilan, jangan hanya melakukan tes urine karena pada kasus hamil anggur, tes urine tetap akan menunjukkan hasil yang positif.
  2. Hamil anggur bisa diketahui dari awal, jika dokter melakukan pemeriksaan pada bagian perut secara teliti. Apalagi jika rahim kita berukuran lebih besar daripada ukuran normal pada usia kehamilan tersebut.
  3. Lakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) karena hasilnya cukup akurat.
  4. Lakukan tes untuk mengukur kadar hormon Human Chorionic Gonadotrophrn (HCG) dalam urine atau darah. HCG merupakan hormon yang dikeluarkan oleh zigot, yaitu hasil peleburan antara sel telur dan sperma.

Pencegahan
  1. Menikah pada usia tidak terlalu muda (<20 tahun) dan tidak terlalu tua (>40 tahun).
  2. Mengonsumsi makanan yang bergizi karena di beberapa negara, mereka yang mengalami hamil anggur adalah wanita yang mengalami kekurangan gizi dan memiliki status ekonomi yang rendah.
  3. Menjaga kehamilannya dengan baik.
  4. Mencukupi kebutuhan vitamin.
Kehamilan ektopik merupakan kehamilan, tetapi janin tidak menempel pada dinding rahim, melainkan di luar dinding tersebut. Sebanyak 90% calon janin tersebut menempel pada tuba falopii (saluran telur).

Terkadang tanda kehamilan ini mirip dengan terjadinya abortus atau keguguran, yaitu ada perdarahan, bahkan mungkin cuma perdarahan bercak pada saat hamil muda. Kehamilan ektopik lebih berbahaya karena dapat mengancam jiwa ibu jika tidak segera ditangani.

Tanda-Tanda
  1. Sebagian besar kehamilan ektopik terjadi tanpa gejala.
  2. Nyeri pada bagian perut (abdomen).
  3. Amenorea atau perdarahan pada vagina.
  4. Demam.

Penyebab
  1. Adanya riwayat infertilitas dan kehamilan ektopik.
  2. Penggunaan kontrasepsi dan kegagalan penggunaan kontrasepsi tersebut.
  3. Adanya gangguan pada tuba falopii atau saluran reproduksi.
  4. Gangguan hormonal.
  5. Kelainan embrional.

Pencegahan

Kehamilan ektopik sulit dicegah dan baru dapat diketahui pada tahapan lebih lanjut dari kehamilan. Oleh karena itu, dianjurkan memeriksakan kehamilan secara rutin pada dokterkandungan untuk memastikan kehamilan benar-benar sehat dan sesuai harapan.
Herpes adalah nama penyakit yang disebabkan oleh virus Varicella zoster. Virus ini pula yang menyebabkan cacar air. Sebagaimana virus lainnya, virus Varicella zoster bisa aktif lagi jika sistem pertahanan tubuh sedang lemah. Herpes zoster sendiri hidup dalam jaringan saraf dan bisa kambuh kapan saja tanpa sebab yang jelas.

Tanda-Tanda
  1. Kambuhnya penyakit herpes zoster ini dimulai dengan gatal, mati rasa, kesemutan atau rasa nyeri yang parah pada daerah bentuk tali lebar di dada, punggung, atau hidung dan mata.
  2. Herpes zoster dapat menular pada saraf wajah dan mata. Ini dapat menyebar di sekitar mulut, wajah, leher dan kulit kepala, dalam dan sekitar telinga, atau pada ujung hidung.
  3. Herpes zoster hampir selalu terjadi hanya pada satu sisi tubuh.
  4. Beberapa hari setelah virus aktif, ruam muncul pada daerah kulit yang berhubungan dengan saraf yang meradang. Lepuh kecil terbentuk dan berisi cairan. Setelah itu, lepuh pecah dan menjadi koreng.
  5. Jika lepuh digaruk, infeksi kulit dapat terjadi. Ini membutuhkan pengobatan dengan antibiotik dan mungkin menimbulkan bekas.
  6. Biasanya, ruam hilang dalam beberapa minggu, tetapi kadang-kadang rasa nyeri yang parah dapat bertahan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Kondisi ini disebut neuralgia pasca herpes.
  7. Luka akibat herpes ini terasa sangat nyeri dan menyakitkan bagi penderitanya.



Penyebab
  1. Infeksi virus Vancella zoster.
  2. Lemahnya sistem kekebalan tubuh.
  3. Rentan terjadi pada penderita HIV.
  4. Tidak menjaga kebersihan tubuh dan pakaian.
  5. Berinteraksi aktif atau secara tidak sengaja dengan ruam herpes pada penderita tanpa sarung tangan atau alat pengaman lainnya.

Pencegahan
  1. Menjauhi semua faktor risiko yang dapat menyebabkan HIV/ AIDS.
  2. Menjaga kebersihan tubuh, pakaian, dan lingkungan.
  3. Menjaga sistem kekebalan tubuh dengan banyak mengonsumsi makanan bergizi dan makanan yang mengandung kadar antioksidan yang tinggi.
  4. Melakukan vaksinasi agar terhindar dari penyakit ini.
Hipertensi biasa dikenal juga sebagai penyakit darah tinggi atau tekanan darah tinggi. Penyakit ini merupakan pembunuh pelan-pelan (silent killer) yang bisa mengantarkan penderitanya menderita penyakit lain yang lebih berbahaya seperti stroke atau aterosklerosis.

Oleh karena itu, tekanan darah harus diukur secara rutin agar bisa mengetahui apakah kita memiliki tekanan darah yang tinggi atau rendah.

Dalam pengukuran tekanan darah ada dua hal yang menjadi parameter penting, tekanan sistole dan tekanan diastole. Tekanan sistole ini merupakan tekanan darah jantung ketika berkontraksi dan diastole merupakan tekanan jantung ketika dia berelaksasi.


Angka tekanan darah yang normal ada pada kisaran 120 (sistole)/8o (diastole) sampai 140/90. Jika nilai tekanan darahnya berada di atas nilai tertinggi 140/90, maka harus berhati-hati karena kita sudah mengalami tekanan darah tinggi apalagi jika hal tersebut terjadi selama enam bulan berturut-turut.

Tanda-Tanda
  1. Memiliki tekanan darah lebih dari 140/90.
  2. Kepala terasa panas dan pusing.
  3. Emosi meningkat.
  4. Merasa lelah dan sesak napas.
  5. Terkadang jika tekanan darah terlalu tinggi maka penderita bisa pingsan.

Penyebab
  1. Mengalami kelebihan berat badan (overweight) atau obesitas.
  2. Banyak mengonsumsi makanan yang mengandung kadar garam/natrium tinggi.
  3. Usia. Semakin bertambah usia, maka risiko untuk mengalami hipertensi semakin tinggi.
  4. Faktor keturunan. Keluarga yang mempunyai riwayat darah tinggi, anggota keluarga pun memiliki kecenderungan yang lebih tinggi untuk mengalami hipertensi daripada anggota keluarga yang tidak memiliki riwayat hipertensi.
  5. Resistensi insulin (sensitivitas insulin menurun), aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah) juga turut berperan menyebabkan tingginya tekanan darah.
  6. Stres.
  7. Kurang beraktivitas fisik atau olahraga.

Pencegahan
  1. Membatasi konsumsi garam dan makanan olahan yang kaya akan natrium.
  2. Menjaga kestabilan berat badan.
  3. Sering melakukan aktivitas fisik atau berolahraga.
  4. Menghindari konsumsi alkohol dan merokok.
  5. Banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan yang kaya kalium untuk mengimbangi natrium dalam tubuh. Hal tersebut dapat menstabilkan tekanan darah.
Histerektomi adalah operasi pengangkatan kandungan (rahim dan uterus) pada seorang wanita, sehingga setelah menjalani operasi ini dia tidak bisa lagi hamil dan mempunyai anak. Histerektomi biasanya disarankan oleh dokter untuk dilakukan karena berbagai alasan. Alasan utama dilakukannya histerektomi adalah kanker mulut rahim atau kanker rahim.

Adapun penyebab lainnya adalah sebagai berikut.
  1. Adanya fibroid yang merupakan tumor jinak pada rahim. Histerektomi perlu dilakukan karena tumor ini dapat menyebabkan perdarahan berkepanjangan, nyeri panggul, anemia, dan tekanan pada kandung kemih.
  2. Endometriosis, suatu kelainan yang disebabkan dinding rahim bagian dalam yang seharusnya tumbuh di rahim saja, juga ikut tumbuh di indung telur, tuba fallopii, atau bagian tubuh lainnya. Hal ini bisa membahayakan bagi ibu. Oleh karena itu, biasanya dianjurkan untuk melakukan histerektomi oleh dokter.

Ada beberapa jenis histerektomi yang perlu kita ketahui. Berikut ini adalah penjelasannya.
  1. Histerektomi parsial (subtotal). Pada histerektomi jenis ini, rahim diangkat, tetapi mulut rahim (serviks) tetap dibiarkan. Oleh karena itu, penderita masih dapat terkena kanker mulut rahim sehingga masih perlu pemeriksaan pap smear (pemeriksaan leher rahim) secara rutin.
  2. Histerektomi total. Pada histerektomi ini, rahim dan mulut rahim diangkat secara keseluruhannya.
  3. Histerektomi dan salfingo-ooforektomi bilateral. Histerektomi ini mengangkat uterus, mulut rahim, kedua tuba fallopii, dan kedua ovarium. Pengangkatan ovarium menyebabkan keadaan penderita seperti menopause meskipun usianya masih muda.
  4. Histerektomi radikal. Histerektomi ini mengangkat bagian atas vagina, jaringan, dan kelenjar limfe disekitar kandungan. Operasi ini biasanya dilakukan pada beberapa jenis kanker tertentu untuk bisa menyelamatkan nyawa penderita.

Histerektomi dapat dilakukan melalui irisan pada bagian perut atau melalui vagina. Pilihan ini bergantung pada jenis histerektomi yang akan dilakukan, jenis penyakit yang mendasari, dan berbagai pertimbangan lainnya
HRT disebut juga terapi sulih/mengganti hormon. Terapi ini biasanya diberikan kepada wanita yang sudah menopause sebagai pengganti dari estrogen yang menurun drastis akibat menopause tersebut.

Terapi sulih hormon ini penting bagi kehidupan wanita, karena pascamenopause, sebagian besar wanita tidak merasa percaya diri lagi lantaran tidak bisa "melayani" lagi suaminya dengan baik.

Selain itu, keluhan akibat menopause yang disebabkan drastisnya penurunan estrogen dalam tubuh wanita amat banyak dan hal tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi wanita.


Mereka yang Bisa Melakukan Terapi Sulih Hormon
  1. Wanita yang masih memiliki rahim, bisa diberikan sulih hormon estrogen kombinasi progesteron.
  2. Bagi yang sudah tidak memiliki rahim cukup diberikan hormon estrogen.
  3. Perempuan yang masih mengalami haid diberi hormon gabungan estrogen dan progesteron.

Cara Pemberian Terapi Sulih Hormon


Cara pemberian terapi sulih hormon bisa melalui tablet oral, krim yang dioles di paha atau perut, plester/koyo di punggung, semprotan hidung, krim yang dimasukkan ke vagina, susuk, dan suntikan.

Efek Samping


Terapi sulih hormon ini bukannya tanpa risiko dan aman. Ada beberapa efek samping yang juga harus diperhatikan seperti terjadinya bercak (spotting), penambahan berat badan, nyeri di payudara, sakit kepala, keputihan, dan gatal-gatal.

Efek samping yang lebih berat adalah terapi ini membuat wanita yang menggunakannya berisiko tinggi mengalami stroke, kanker payudara, dan penyumbatan pada pembuluh darah.
Metode IVF atau lebih dikenal metode bayi tabung merupakan suatu teknik pembuahan yang dilakukan di luar tubuh wanita, tepatnya pada sebuah tabung yang dikondisikan sedemikian rupa agar mirip rahim wanita.

Pada prinsipnya, metode ini digunakan dokter untuk mempertemukan sel telur dan sel sperma agar terjadi pembuahan. Metode bayi tabung ini banyak dilakukan oleh pasangan yang sulit untuk mendapatkan keturunan secara alami.

Akan tetapi, memang hanya orang-orang tertentu saja yang dapat melakukannya karena biaya yang harus dikeluarkan untuk proses ini cukup mahal.


Proses Pelaksanaan Bayi Tabung
  1. Tim dokter mengambil sel telur wanita yang baru saja mengalami ovulasi alias pelepasan sel telur dari indung telur dengan menggunakan suatu alat khusus.
  2. Sel telur yang siap dibuahi tersebut kemudian dipertemukan dengan sel sperma yang sudah diambil dari sel sperma ayah. Sel telur dan sel sperma dipertemukan secara in vitro, yaitu di dalam tabung yang telah dikondisikan sedemikian rupa agar mirip dengan suasana dalam rahim.
  3. Setelah proses pembuahan in vitro berhasil dilakukan, sel telur yang telah dibuahi oleh sel sperma tersebut akan dibiarkan beberapa saat sampai siap untuk ditanam di rahim ibu.
  4. Dokter melakukan penanaman sel telur yang telah dibuahi ke dalam rahim ibu.
  5. Sel telur yang telah dibuahi, ditandai dengan adanya dua sel inti, segera membelah menjadi embrio. Maksimal empat embrio yang berkembang ditanamkan ke rahim.
  6. Proses selanjutnya tak jauh berbeda dengan kehamilan biasa.

Ada dua metode yang dilakukan oleh dokter ketika menerapkan proses in vitro ini, yaitu sebagai berikut.

1. Metode konvensional.


Metode ini memiliki tingkat keberhasilan sebesar 15%. Metode konvensional bisa dilakukan jika sel sperma masih bisa bergerak sendiri dan membuahi sel telurnya.

Langkah awal yang harus dilakukan dalam metode ini adalah merangsang indung telur (superovulasi). Proses ini dilakukan selama 5-6 minggu hingga sel telur dirasa cukup matang untuk bisa dibuahi.

Setelah itu, sel telur akan diambil melalui vagina dengan bantuan alat ultrasonografi (USG). Setelah diambil, sel telur kemudian disimpan di dalam inkubator.

Selama proses penyimpanan, sperma dikeluarkan, dibersihkan, kemudian diambil sebanyak 50.000-100.000 sel. Sperma tersebut kemudian disebarkan di sekitar sel telur di dalam sebuah tempat khusus.

2. Metode Intra Cytoplasmic Sperm Injection (ICSI).


Metode ini dapat dilakukan jika pasangan memiliki sperma yang bermasalah, misalnya jumlahnya berada di bawah batas normal.
Dalam metode ini, sperma yang dibutuhkan hanya satu buah, tetapi dengan kualitas terbaik.

Sperma tersebut kemudian disuntikkan ke dalam satu sel telur terbaik pula dengan menggunakan pipet khusus. Jika pembuahan telah terjadi dan embrio mulai terbentuk, maka penanaman di dalam rahim pun bisa dilakukan.

Dengan demikian, kemungkinan proses bayi tabung ini akan berhasil, meningkat menjadi 30-40% apalagi jika yang melakukannya adalah pasangan usia subur.

Program bayi tabung ini relatif mahal karena peralatan yang digunakan merupakan peralatan dengan teknologi tinggi. Belum lagi obat-obat stimulasi yang dipakai harganya bisa mencapai Rpi8-20 juta karena merupakan barang impor.

Minimal biaya yang harus dikeluarkan untuk program ini sekitar Rp18-20 juta (perkiraan tahun 2010). Beberapa rumah sakit di lndonesia yang telah berhasil melakukan program ini di antaranya yaitu RS Anak & Bersalin Harapan Kita Jakarta, RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta, RS Hasan Sadikin Bandung, dan RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Persyaratan Mengikuti Program Bayi Tabung


Pasangan suami istri yang berminat mengikuti program bayi tabung ini harus memenuhi beberapa persyaratan, antara lain sebagai berikut.
  1. Merupakan pasangan suami istri sah dan sudah menikah selama 12 bulan atau lebih.
  2. Istri harus berusia kurang dari 42 tahun dan mengikuti pemeriksaan kesuburan (fertilitas). Lebih baik lagi jika sang istri berusia antara 30-35 tahun karena persentase keberhasilannya lebih besar.
  3. Suami istri juga harus mendapatkan konseling khusus mengenai program fertilisasi in vitro, yang meliputi prosedur, biaya, kemungkinan keberhasilan atau kegagalan, serta komplikasinya. Oleh karena itu, jika ingin mengikuti program ini maka harus sudah siap biaya, siap hamil, melahirkan, dan memelihara bayinya.
Infertilitas adalah hilangnya kemampuan untuk hamil setelah menikah selama minimal setahun. Infertilitas terbagi menjadi dua, yaitu infertilitas primer dan infertilitas sekunder.

Infertilitas primer adalah istilah untuk pasangan yang belum bisa memiliki anak dari kehamilannya dalam jangka waktu setahun, sedangkan infertilitas sekunder merupakan istilah yang ditujukan pada pasangan yang baru memiliki satu anak dan belum dapat lagi memiliki anak dari kehamilan yang kedua.


Penyebab

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya infertilitas pada seorang wanita, di antaranya adalah sebagai berikut.
  1. Endometriosis, disfungsi ovulasi, kekurangan gizi, ketidakseimbangan hormon, infeksi pelvis, tumor, dan abnormalitas sistem transportasi dari serviks hingga ke tuba fallopii. Semua penyakit tersebut merupakan female factoryang menyebabkan 40-50% terjadinya infertilitas pada pasangan.
  2. Telah berusia lebih dari 35 tahun.
  3. Berganti-ganti pasangan.
  4. Menderita penyakit menular seksual (PMS).
  5. Menderita gangguan makan seperti anoreksia nervosa atau bulimia nervosa.
  6. Menderita diabetes.
  7. Siklus menstruasi anovulatori (tanpa sel telur).

Pencegahan
  1. Melakukan hubungan seks yang aman dan setia kepada pasangan.
  2. Tidakmenggunakan IUD karena penggunaan IUD lebih berisiko bagi wanita untuk mengalami infertilitas.
  3. Banyak mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin E dan seng untuk menyehatkan sistem reproduksi.
Keguguran atau abortus spontan (spontaneous abortion) adalah kehamilan yang terhenti atau keluarnya janin sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Kebanyakan ibu hamil mengalami keguguran pada 13 minggu pertama kehamilan.

Risiko keguguran memiliki persentase sebesar 15-40% dari ibu hamil dan 60-75% keguguran terjadi sebelum usia kehamilan 3 bulan. Namun, jumlah kejadian atau risiko keguguran akan menurun pada usia kehamilan di atas 3 bulan.



Tanda-Tanda
  1. Mengalami perdarahan ringan maupun berat pada vagina, baik yang teratur maupun yang tidak teratur. Perdarahan itu bisa juga terjadi secara terus-menerus, paling tidak selama 3 hari.
  2. Rasa sakit yang terasa seperti kram di panggul, sakit pada perut bagian tengah atau bagian bawah punggung. Sakit mungkin akan dirasakan selama beberapa jam hingga beberapa hari setelah pendarahan dimulai.
  3. Penggumpalan darah atau keabu-abuan pada jaringan lunak (pada janin) yang melewati vagina. Ketika melihat adanya gumpalan darah tersebut, segera kunjungi dokter kandungan untuk mengetahui kepastian apakah mengalami keguguran atau tidak.
  4. Merasa sangat lelah, loyo, tidak bertenaga, lemas, dan bahkan tidak bisa menahan tubuh sendiri dengan baik.
  5. Nyeri pada punggung dengan tingkat sedang sampai parah, lebih parah dari nyeri saat menstruasi normal, berat badan menyusut, keluar lendir putih-merah muda, kontraksi yang menyakitkan yang terjadi setiap 5-20 menit.

Penyebab
  1. Faktor hormonal.
  2. Janin mengalami kelainan kromosom yang membuatnya tidak bisa bertahan hidup dalam kandungan ibu pada usia lebih dari tiga bulan.
  3. Infeksi Torch. Torch adalah istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi, yaitu Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Keempat jenis penyakti infeksi ini, sama-sama berbahaya bagi janin bila infeksi diderita oleh ibu hamil.
  4. Perbedaan darah rhesus antara ibu dan ayah.
  5. Janin tidak menempel secara sempurna pada rahim.
  6. Aktivitas fisik yang terlalu tinggi pada awal kehamilan, sementara rahim kurang kuat dalam menahan guncangan akibat aktivitas fisik tersebut.
  7. Hamil di usia 35 tahun ke atas.

Pencegahan
  1. Keguguran yang disebabkan kelainan kromosom pada janin tidak bisa dicegah.
  2. Menjaga tubuh tetap sehat dan bugar agar bisa menjalani masa kehamilan dalam kondisi baik.
  3. Mengonsumsi makanan sehat dan banyaklah mengonsumsi asam folat, seperti sayuran berwarna hijau tua, kacang-kacangan, dan buah-buahan.
  4. Menghindari merokok dan membatasi konsumsi kafein.
  5. Menjaga kebersihan tubuh.
  6. Rajin berkonsultasi dengan dokter kandungan baik ketika mempersiapkan kehamilan atau selama kehamilan berlangsung.
Keputihan kerap dianggap sebagai masalah kewanitaan yang biasa-biasa saja dan sering dialami oleh wanita. Jika memerhatikan, keputihan terjadi ketika merasa lelah atau stres. Keputihan dapat dianggap sebagai salah satu alarm tubuh, terutama untuk masalah reproduksi.

Jika kita melihat keputihan tidak berupa lendir yang berwarna bening, segera koreksi kembali gaya hidup kita. Sudahkah kita menjaga personal hygiene (kebersihan diri) dan genital hygiene (kebersihan organ kewanitaan)? Keputihan adalah "peringatan" dini dari berbagai kelainan di sistem reproduksi.

Tanda-Tanda

Keputihan terbagi menjadi keputihan yang normal dan keputihan yang tidak normal dan merupakan tanda penyakit. Berikut ini adalah perbedaan antara keduanya.

Tanda keputihan normal
  • Cairan yang keluar dari vagina berupa lendir berwarna bening.
  • Cairan tersebut tidak menimbulkan gatal dan tidak berbau.
  • Terjadi pada masa subur (20-40 tahun).
  • Terjadi menjelang haid.
  • Terjadi ketika wanita merasa stres, kelelahan, atau menggunakan celana dalam terlalu ketat.

Tanda keputihan tidak normal
  • Dari vagina keluar lendir secara berlebihan dan disertai infeksi.
  • Lendir yang keluar bisa berwarna keruh, kecokelatan, kuning, atau berwarna kehijauan. Warna ini biasanya bergantung pada jenis organisme penyebab infeksi atau radang yang terjadi pada organ reproduksi.
  • Lendir tersebut dapat menyebabkan rasa gatal dan pedih, sehingga menyebabkan vagina menjadi kemerahan.

Penyebab
  1. Jamur, bakteri, dan virus. Virus yang paling ditakuti adalah Humon Papiloma Virus (HPV) dan Herpes Simplex Virus (HSV). Virus dari kelompok tersebut dapat mengakibatkan kanker ganas pada alat genitalia, terutama pada perempuan.
  2. Tidak terjaganya kebersihan diri dan daerah kewanitaan.
  3. Hubungan seksual yang tidak aman.

Pencegahan
  1. Selalu menjaga kebersihan diri dan daerah kewanitaan.
  2. Menjaga celana dalam agar selalu bersih dan tidak dalam keadaan lembap.
  3. Menggunakan celana dalam berbahan katun.
  4. Rajin berganti celana dalam minimal dua kali sehari.
  5. Menghindari stres.