Ads
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Recently Lyrics Updated

Alergi adalah gejala klinik berupa rasa gatal, kemerahan dikulit, bintik-bintik kecil merata diseluruh tubuh ataupun bentol-bentol yang luas dengan permukaan yang lebih tinggi dari kulit sekitar, yang timbul setelah seseorang memakan sesuatu makanan ataupun bersentuhan dengan suatu bahan tertentu.

Alergi bisa disebabkan oleh makanan dan juga berbagai zat penyebab lainnya seperti cuaca, debu, dan sebagainya. Alergi yang disebabkan oleh makanan atau penyebab lainnya dapat memacu sistem kekebalan tubuh untuk melawannya dan memproduksi histomin (senyawa jenis amin yang terlibat dalam tanggapan imun lokal, selain itu senyawa ini juga berperan dalam pengaturan fungsi fisiologis di lambung dan sebagai neurotransmitter) dan zat kimia lain di dalam tubuh.

Inilah yang akhirnya menimbulkan penolakan tubuh, berupa hidung berair, mata yang gatal, tenggorokan kering, gatal-gatal dan ruam kemerahan pada kulit, mual, dan diare.



Tanda-Tanda
  1. Kulit terasa gatal, baik gatal dalam taraf ringan ataupun berat. Selain gatal, kulit juga mengalami eksim, ruam kemerahan, atau biduran.
  2. Bibir menebal, muka dan bagian tubuh lainnya tampak bengkak.
  3. Bersin-bersin, sulit bernapas, dan hidung berair.
  4. Sakit perut, diare, mual, dan muntah.
  5. Sakit kepala dan mata berkunang-kunang.
  6. Detak jantung kencang, terjadi syok, penurunan tekanan darah yang parah, dan kehilangan kesadaran.

Penyebab

Penyebab alergi pada setiap orang berbeda-beda, tetapi reaksi yang ditimbulkan oleh alergi tersebut relatif sama. Berikut ini adalah beberapa penyebab alergi.
  1. Makanan. Biasanya makanan yang dapat menyebabkan alergi adalah makanan yang mengandung protein tinggi, seperti susu sapi, putih telur, kacang tanah, terigu, kacang kedelai, ikan, jagung, buncis, udang, cumi-cumi, kerang-kerangan, dan lain-lain.
  2. Debu dan bulu binatang.
  3. Hawa dingin atau panas.
  4. Formalin.
  5. Serbuk bunga.
  6. Jamur.
  7. Obat-obatan tertentu.

Pencegahan
  1. Untuk alergi yang bersifat bawaan atau keturunan biasanya tidak bisa dicegah.
  2. Untuk alergi dengan penyebab umum, seperti debu atau makanan, bisa dicegah dengan menjauhi penyebab alergi tersebut.
  3. Menggunakan masker bagi mereka yang alergi debu atau serbuk bunga.
  4. Menjaga kebersihan tempat tinggal, rumah atau kantor.
  5. Memperkuat sistem imun tubuh kita dengan banyak mengonsumsi makanan yang berantioksidan tinggi, seperti sayur dan buah-buahan.
Penampilan kaki adalah salah satu hal yang penting bagi wanita. Karena itu, kesehatan kaki harus dijaga dengan baik. Maksud hati ingin menjaga kulit agartetap putih dengan sepatu tertutup, tetapi efeknya justru membuat kaki menjadi bau.

Bau kaki ini bisa menyerang siapa saja, terlebih lagi jika keadaan kaki sedang lembab. Keadaan seperti ini rawan dengan pertumbuhan jamur, termasuk jamur penyebab bau kaki.

Tanda-Tanda

Ketika membuka penutup kaki (baik sepatu atau kaus kaki) akan tercium bau khas yang tidak menyenangkan.



Penyebab
  1. Keringat berlebih yang bercampur dengan bakteri kaki.
  2. Memakai bahan kaus kaki dan sepatu yang tidak menyerap keringat, seperti plastik. Ini bisa menyebabkan kaki menjadi basah dan menimbulkan bau yang tak sedap.

Pencegahan
  1. Ketika mandi, bersihkan kaki dengan air sabun. Jangan melupakan bagian ini meskipun terlihat sepele dan tidak penting.
  2. Selepas mandi, keringkan kaki secara menyeluruh untuk mencegah pertumbuhan jamur atau bakteri.
  3. Gunakan kaus kaki yang dapat menyerap keringat dan membuat kaki tetap kering. Ganti kaus kaki minimal setiap hari, jika bisa dua sampai tiga kali sehari.
  4. Sebaiknya memilih sepatu yang bisa membuat kaki kita bisa bernapas sehingga ada pergantian udara dari kaki kita.
  5. Tidak menggunakan sepatu dan kaus kaki yang sama selama dua hari berturut-turut.
  6. Memperhatikan makanan kita. Sebaiknya hindari makanan yang dapat menyebabkan keringat bertambah bau, seperti bawang-bawangan, merica, dan makanan lainnya.
Tubuh kita menghasilkan keringat yang dihasilkan oleh dua kelenjar, yaitu kelenjar akrin dan kelenjar apokrin. Kelenjar akrin ini memproduksi keringat bening dan tidak berbau yang dikeluarkan oleh tubuh kita sejak bayi.

Keringat ini muncul pada tubuh kita, seperti pada kening, tangan, punggung, dan hidung. Adapun kelenjar apokrin menghasilkan keringat di tempat-tempat tertentu, terutama di daerah perakaran rambut seperti di ketiak, kemaluan, dan bagian dalam hidung.

Kelenjar akrin menghasilkan keringat yang tidak berbau dan kandungan airnya lebih banyak. Fungsinya untuk menurunkan suhu tubuh pada kondisi tertentu.


Berbeda dengan kelenjar akrin, kelenjar apokrin lebih banyak menghasilkan keringat yang mengandung asam lemak jenuh dengan cairan lebih kental dan berminyak. Jika keringat yang dikeluarkan oleh kelenjar apokrin ini dihinggapi bakteri, dapat menyebabkan bau ketiak/bau badan pada manusia.

Tanda-Tanda

Keringat berbau asam, baik bau tersebut muncul dari badan atau ketiaknya.


Penyebab
  1. Reaksi antara keringat yang dihasilkan oleh kelenjar apokrin dan bakteri. Orang dengan kelenjar apokrin yang lebih besar, akan memproduksi keringat dalam jumlah yang lebih banyak sehingga proses pembusukan yang terjadi pun lebih banyak. Akhirnya, terciumlah bau tak sedap dari badan kita.
  2. Pengaruh faktor genetik, tetapi bisa diatasi dengan selalu menjaga kebersihan badan dan pakaian.
  3. Rambut ketiak dan rambut pubis (rambut kemaluan) juga bisa menjadi penyebab bau badan. Secara medis fungsi rambut ketiak dan rambut pubis adalah untuk memperluas permukaan dalam pengaturan penguapan keringat.
  4. Stres juga bisa mengaktifkan produksi keringat dari kelenjar apokrin.
  5. Kegemukan. Pada orang gemuk, keringat cenderung terperangkap pada lipatan-lipatan kulitnya.
  6. Sering mengonsumsi makanan yang kaya akan protein, seperti daging dan makanan-makanan lain yang berbau tajam.

Pencegahan

Berikut ini adalah tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya bau badan/bau ketiak yang membuat kita dan orang lain merasa tidak nyaman dengannya.
  1. Selalu menjaga kebersihan tubuh dengan mandi dan mengeringkan tubuh dengan baik minimal dua kali sehari.
  2. Menggunakan pakaian yang menyerap keringat sehingga keringat tidak tertinggal di lapisan kulit dan menjadi media yang baik untuk pertumbuhan jamur dan bakteri.
  3. Mengganti pakaian dalam secara teratur, minimal dua kali sehari dan lebih sering lagi jika banyak berkeringat.
  4. Menggunakan deodoran.
  5. Selalu membersihkan ketiak dengan sabun antiseptik setiap kali mandi.
  6. Selalu mengeringkan ketiak dengan handuk, tisu, atau lap kering kemudian membubuhkan bedak antiseptik.
  7. Banyak mengonsumsi buah, sayur, dan air putih sehingga menyebabkan keringat lebih encer (terutama pada daerah-daerah tertentu) dan bau badan pun berkurang.
  8. Menghindari makanan yang berbau tajam, seperti jengkol, petai, duren, dll. Jika harus tetap mengonsumsinya, imbangi dengan banyak meminum air putih.
Bibir yang pecah-pecah merupakan salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami oleh wanita. Bibir yang pecah dapat mengurangi nilai estetika pada wajah, apalagi jika kita memiliki kebiasaan mencuplik atau menggigit bibir yang pecah-pecah, sehingga menjadi luka dan berdarah.

Bibir pecah-pecah ini terlihat sepele, tetapi kita pastinya sudah tahu kalau masalah ini bisa menyebabkan iritasi dan menimbulkan rasa sakit, terutama saat makan. Bibir pecah-pecah ini juga bisa mengalami peradangan dan menimbulkan luka goresan.

Jika tidak ditangani dengan benar, malah bisa memicu retakan dan perdarahan pada bibir. Hal ini tentunya akan sangat mengganggu aktivitas harian kita.



Tanda-Tanda

  1. Bibir terasa kering dan semakin lama semakin parah rasa keringnya.
  2. Bibir menjadi pecah-pecah.
  3. Terkadang bibir menjadi luka dan mengeluarkan darah.

Penyebab

  1. Terkena angin, matahari, dan udara kering.
  2. Tidak cocok menggunakan produk kosmetik tertentu.
  3. Kebiasaan menggigiti bibir.
  4. Dehidrasi atau kurang minum.
  5. Kurangnya kebersihan rongga mulut juga bisa berpengaruh karena infeksi di rongga mulut bisa menjalar ke bibir.
  6. Bibir pecah juga bisa disebabkan oleh adanya infeksi virus, jamur, dan bakteri.

Pencegahan

  1. Mengoleskan krim yang mengandung minyak pada bibir, misalnya lip balm atau lip gloss.
  2. Tidak menjilat dan menggigiti bibir. Air ludah dapat menguap dengan cepat dan bibir menjadi lebih kering daripada ketika sebelum dijilat.
  3. Banyak minum untuk mencegah dehidrasi.
  4. Jika udara terlalu kering, sebaiknya menggunakan humidifier atau meletakkan baskom berisi air di kamar yang menggunakan AC terus-menerus.
  5. Menghindari minuman berkafein karena dapat menyebabkan dehidrasi.
  6. Banyak mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C, E, dan B serta asam lemak, seng, dan zat besi. Kekurangan zat-zat tersebut juga dapat memicu terjadinya bibir pecah-pecah.
Eksim atau disebut juga dengan dermatitis adalah istilah kedokteran untuk kelainan kulit yang jika dilihat tampak seperti kulit yang terkena radang atau mengalami iritasi. Peradangan kulit ini bisa terjadi di mana saja, tetapi yang paling sering terkena adalah tangan dan kaki.

Jenis eksim yang paling sering dijumpai adalah eksim atopik. Gejala eksim akan mulai muncul pada masa anak-anak terutama saat mereka berumur di atas 2 tahun. Pada beberapa kasus, eksim akan menghilang dengan bertambahnya usia, namun tidak sedikit pula yang akan menderita seumur hidup.

Tanda-Tanda
  1. Gatal dan ruam kemerahan pada kulit disertai rasa panas pada kulit.
  2. Gejala kemerahan biasanya akan muncul pada wajah, lutut, tangan, dan kaki, tetapi bisa juga muncul pada bagian tubuh lainnya.
  3. Daerah yang terkena akan terasa sangat kering, menebal, atau keropeng. Pada orang yang berkulit putih, daerah ini pada awalnya berwarna merah muda lalu berubah menjadi cokelat, sedangkan pada orang dengan kulit lebih gelap, daerah kulit yang terkena eksim akan terlihat lebih terang atau sebaliknya malah terlihat lebih gelap.
Penyebab

Penyebab dari eksim sebenarnya belum diketahui dengan pasti, tetapi beberapa faktor berikut ini diduga kuat menjadi penyebab terjadinya eksim.
  1. Kerja dari daya tahan tubuh yang berlebihan. Ini menyebabkan tubuh melakukan reaksi yang beriebihan terhadap bakteri atau iritan yang sebenarnya tidak berbahaya pada kulit.
  2. Alergi terhadap suatu bahan, misalnya sabun cuci, deterjen, makanan laut, dan sebagainya.
  3. Infeksi saluran napas bagian atas atau flu.
  4. Stres yang dialami penderita.
Pencegahan

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah munculnya eksim.
  1. Selalu menjaga kelembapan kulit.
  2. Menghindari perubahan suhu dan kelembapan yang mendadak.
  3. Menghindari berkeringat terlalu banyak atau kepanasan.
  4. Menghindari penggunaan pakaian yang dapat menggores atau bergesekan dengan kulit dan menyebabkan rasa gatal, serta tidak menyerap keringat, seperti wol.
  5. Menghindari sabun, deterjen, atau bahan lain yang terlalu keras.
  6. Menghindari faktor lingkungan lain yang dapat menimbulkan alergi, seperti serbuk bunga, debu, bulu binatang, dan sebagainya.
  7. Berhati-hati dalam memilih makanan yang bisa menyebabkan alergi.
Flek yang menempel di wajah bisa membuat wajah terlihat lebih kusam dan tidak segar. Flek merupakan pigmentasi yang berlebihan di beberapa bagian kulit, terutama pada bagian wajah. Umumnya flek terjadi pada wanita yang berusia di atas 30 tahun.

Berdasarkan bentuknya, flek terbagi menjadi dua, yaitu flek besar yang disebut sebagai melasma dan yang berbentuk titik-titik disebut sebagai freckles atau ephelides.

Tanda-Tanda

Muncul bercak cokelat pada wajah baik berupa titik-titik kecil maupun besar.



Penyebab

Berikut ini adalah beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya flek pada wajah.
  1. Perubahan hormon (bisa disebabkan karena kehamilan atau penggunaan kontrasepsi).
  2. Pengobatan jangka panjang, seperti penggunaan obat antibiotik, obat antiepilepsi, dan anti peradangan.
  3. Perokok aktif dan sering keluar malam.
  4. Penggunaan kosmetik yang mengandung merkuri dan asam salisilat.
  5. Faktor genetis atau keturunan.

Pencegahan
  1. Menerapkan pola hidup yang sehat.
  2. Mengonsumsi makanan yang bergizi.
  3. Berolahraga secara teratur dan cukup beristirahat.
  4. Menghindari stres dan sinar matahari langsung.